Ekonomi Syariah Solusi Ketika Susah

Ekonomi Syariah Solusi Ketika Susah

Oleh: Muhammad Zulva Zeta Zaidan

Ekonomi merupakan sebuah pilar penting bagi keberlangsungan negara juga masyarakatnya. Menurut pandangan Paul A. Samuelson, ekonomi adalah sebuah langkah yang dilakukan oleh kelompok manusia untuk memanfaatkan sumber daya alam yang terbatas dan mendistribusikannya untuk dikonsumsi oleh masyarakat (Hendra, 2018). Sehingga ekonomi identik dengan jual beli, distribusi, produksi, dan lain sebagainya. 

Setiap negara memiliki sistem perekonomian nya masing masing, seperti contoh di negara Amerika Serikat menganut sistem ekonomi kapitalis, di negara China menganut sistem ekonomi sosialis, dan lain sebagainya. Negara kita Indonesia menganut sistem ekonomi pancasila, yang dimana menjalankan perekonomiannya berlandaskan pancasila. Ekonomi Pancasila memiliki makna ketuhanan yang maha Esa sesuai dengan sila pertama. Hal ini sejalan dengan ekonomi syariah yang juga memiliki dasar ketuhanan yang maha Esa yaitu Allah SWT.

Ekonomi syariah menurut M.A. Manan adalah sebuah ilmu pengetahuan  yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang di dasari oleh nilai-nilai islam (Menita, 2017). Tetapi pada saat ini tidak hanya menjadi sebuah teori, tetapi menjadi implementasi nyata untuk masyarakat. Ruang lingkup ekonomi syariah meliputi segala aktivitas ekonomi yang memiliki landasan syariah. 

Pada saat pandemi Covid-19, ekonomi syariah terbukti berperan aktif dalam memulihkan perekonomian Indonesia. Melalui keuangan sosial syariah yang memberikan pertolongan besar kepada masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), pada tahun 2020 dana ZIS yang terhimpun sebesar 385,5 miliar meningkat 30% dari tahun sebelumnya meskipun dalam kondisi pandemi. Sepanjang tahun 2020, BAZNAS telah menyalurkan dana sebesar 88,7% kepada para mustahik dan telah membantu lebih dari 1,5 juta orang (BAZNAS. 2021). 

Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa Covid-19 memang membuat seluruh sektor vital dalam sebuah negara mengalami penurunan. Seperti contoh yaitu sektor keuangan di Indonesia. Penurunan tersebut dilihat dari kinerja lembaga keuangan yang menurun ketika pandemi. Tetapi lembaga keuangan syariah mengalami pertumbuhan yg signifikan dibanding dengan lembaga keuangan konvensional. Berdasarkan data OJK bulan Juni tahun 2021 bahwa pertumbuhan aset perbankan syariah tumbuh sebesar 15,80 persen dalam year-on-year (yoy). Sedangkan pertumbuhan aset perbankan konvensional hanya tumbuh sebesar 8,07 persen (OJK. 2021). Hal ini menunjukkan bank syariah mampu bertahan bahkan tumbuh positif meskipun saat pandemi dan juga perbankan syariah mulai dipercaya masyarakat dalam manfaatnya.

Tidak hanya sampai disitu manfaat dari ekonomi syariah. Pada saat ini ekonomi syariah juga gencar untuk mengkampanyekan halal lifestyle  pada masyarakat. Karena halal lifestyle adalah sebuah gaya hidup berlandaskan syariat Islam yang bertujuan untuk menjauhkan masyarakat dari segala kemudharatan. Maka, gaya hidup halal  harus diterapkan pada masyarakat agar memberikan begitu banyak manfaat serta terhindar dari segala kemudharatan. 

Indonesia memiliki cita cita sebagai pusat produsen halal di dunia, karena Berdasarkan laporan The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, dengan terdapat  231,06 juta penduduk Indonesia yang memeluk Islam serta jumlah tersebut setara dengan 86,7% dari total penduduk Indonesia. Selain itu, tercatat dalam Global Islamic Economy Report 2020/2021 menjelaskan bahwa pengeluaran konsumen muslim untuk makanan dan minuman halal, farmasi dan kosmetik halal, serta pariwisata ramah muslim dan gaya hidup halal pada tahun 2019 mencapai nilai US$2,02 triliun. Hal ini merupakan sebuah angka yang tinggi dengan dibersamai dengan potensi di masa depan yang tinggi. Maka dari itu, Indonesia semakin yakin untuk meningkatkan potensi produksi halal untuk dunia. 

Semua solusi dari beberapa permasalahan yang ada saat ini berasa dari ekonomi syariah. Ekonomi syariah dapat menjadi sebuah transformasi baru untuk sebuah negara dalam mengahadapi berbagai tantangan dunia kedepannya. Potensi ekonomi syariah juga meningkat signifikan setiap tahun. Serta berharap semoga ekonomi syariah dapat menjadi landasan perekonomian negera di seluruh dunia di masa depan nanti untuk mewujudkan sebuah negara yang “baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur” yang artinya  sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya.

Daftar Pustaka

Hendra, S. (2018). Pengantar Ilmu Ekonomi. Retrieved on December14, 2020.

Menita, H. A. (2017). Pemikiran Abdul Mannan Tentang Ekonomi Islam. Al-Intaj: Jurnal Ekonomi dan  Perbankan Syariah3(2).

BAZNAS. (2021, January 1). Masa Pandemi 2020, Penghimpunan Baznas Naik 30 persen. BAZNAS. Retrieved July 25, 2022, from https://baznas.go.id/Press_Release/baca/Masa_Pandemi_2020,_Penghimpunan_BAZNAS_Naik_30_Persen/689 

OJK. (2021). Statistik Perbankan Syariah 2021

Kemenkeu. (2021, November 17). Sektor industri halal memiliki potensi Besar Dalam Perekonomian nasional. Retrieved July 25, 2022, from https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/sektor-industri-halal-memiliki-potensi-besar-dalam-perekonomian-nasional/

Leave a Reply