Green Economy: Menjaga Lingkungan dan Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan Berbasis Syariah
Illustration of human avatar with environment

Green Economy: Menjaga Lingkungan dan Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan Berbasis Syariah

Oleh: Najwa Azka Khairani (Divisi Dear)

Di era modern saat ini, keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi telah menjadi dua isu yang sangat penting. Konsep ekonomi hijau atau green economy menjadi solusi untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Namun, konsep ini tidak hanya penting bagi kelestarian lingkungan tetapi juga dalam perspektif ekonomi syariah. Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang implementasi konsep green economy dalam perspektif ekonomi syariah.

Perspektif Ekonomi Syariah

Ekonomi syariah menekankan pada keberlanjutan dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Dalam hal ini, konsep green economy yang berkelanjutan dapat menjadi sebuah alternatif bagi ekonomi yang berbasis pada pertumbuhan ekonomi yang tidak berkelanjutan. Ekonomi syariah juga mengajarkan tentang kewajiban untuk menjaga alam dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, konsep green economy dapat menjadi solusi yang tepat dalam memenuhi prinsip-prinsip ekonomi syariah. [1]

Pengembangan Energi Terbarukan

Salah satu cara implementasi dari konsep green economy dalam perspektif ekonomi syariah adalah melalui pengembangan energi terbarukan. Energi terbarukan seperti energi surya, angin, dan air dapat digunakan dengan mekanisme syariah seperti kontrak Wakalah atau Musharakah Mutanaqisah untuk mengumpulkan dana dari investor yang ingin berinvestasi pada proyek-proyek energi terbarukan. [2]

Dalam sistem syariah, kontrak wakalah merupakan kontrak yang dilakukan oleh investor untuk menitipkan dana kepada pihak lain untuk mengelolanya dalam proyek-proyek energi terbarukan. Pihak yang menitipkan dana bertindak sebagai pemberi kuasa dan pihak yang menerima dana bertindak sebagai pengelola. Dalam hal ini, investor akan memperoleh keuntungan dari hasil proyek yang dihasilkan.

Selain itu, kontrak Musharakah Mutanaqisah juga dapat digunakan dalam pengembangan energi terbarukan. Kontrak ini merupakan kontrak kerjasama antara investor dan pihak pengelola untuk mengembangkan proyek energi terbarukan. Dalam hal ini, investor memberikan dana untuk proyek tersebut dan hasil proyek dibagi secara adil sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.

Pertanian Organik

Pertanian organik juga dapat menjadi pilihan untuk mendukung konsep green economy dalam perspektif ekonomi syariah. Pertanian organik merupakan salah satu cara pengelolaan lahan pertanian yang ramah lingkungan dan tidak menggunakan bahan kimia sintetis, yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah tentang kewajiban menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan manusia. Pertanian organik juga dapat meningkatkan kualitas produk pertanian yang dihasilkan, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari produk tersebut dan memperbaiki kesejahteraan petani. [3]

Selain itu, dalam perspektif ekonomi syariah, pengembangan pertanian organik juga dapat dilakukan melalui mekanisme pembiayaan syariah seperti mudharabah dan musyarakah. Pembiayaan melalui mekanisme mudharabah dapat dilakukan dengan cara investor memberikan dana kepada petani untuk mengembangkan pertanian organik, sementara petani bertindak sebagai pengelola dan hasil panen dibagi secara adil sesuai dengan kesepakatan. Sedangkan pembiayaan melalui mekanisme musyarakah dapat dilakukan dengan cara investor dan petani bergabung untuk mengembangkan pertanian organik bersama-sama, dan hasil panen dibagi secara adil sesuai dengan kesepakatan.

Keuntungan dari pengembangan pertanian organik tidak hanya pada aspek lingkungan dan kesehatan manusia, tetapi juga pada aspek ekonomi. Produk pertanian organik memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan produk pertanian konvensional, sehingga petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dari hasil panen yang dihasilkan. Selain itu, pertanian organik juga dapat menjadi solusi bagi masalah kemiskinan di daerah pedesaan. 

Kesimpulannya, dalam perspektif ekonomi syariah konsep green economy menjadi solusi yang tepat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pengembangan energi terbarukan dan pertanian organik dapat menjadi dua alternatif implementasi konsep green economy dalam perspektif ekonomi syariah. Dalam hal ini, mekanisme pembiayaan syariah seperti mudharabah dan musyarakah dapat digunakan untuk mendukung pengembangan kedua sektor tersebut. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan dan kesehatan manusia, implementasi konsep green economy dalam perspektif ekonomi syariah juga dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi dan masyarakat secara keseluruhan.

SUMBER

[1] D. Vita and L. Soehardi, “Sustainable Development Berbasis Green Economy,” Pros. Semin. Sos. Polit. Bisnis, Akuntasi dan Tek., pp. 31–39, 2022.

[2] Makmun, “GREEN ECONOMY: KONSEP,IMPLEMENTASI, DAN PERANAN KEMENTRIAN KEUANGAN.” KEMENTRIAN KEUANGAN.

[3] N. F. Bukhorida, “PERANAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN BERBASIS GREEN ECONOMY.” Kediri, 2014.

Leave a Reply