Notulensi Pojok Fiqih

Notulensi Pojok Fiqih

💫 *[Notulensi Pojok Fiqih]*

📆Hari : Senin, 11 Desember 2017
📌Tema: Akad Sewa dan Leasing
– “Ijarah” 09/DSN-MUI/IV/2000
– “Ijarah Almuntahiyah Bit Tamlik” 27/DSN-MUI/IV/2002

📝Kesimpulan Notulen:

*1. Bagaimana skema praktik akad Ijarah dan IMBT di perbankan?*
• Nasabah mendatangi bank syariah memohon pembiayaan penyewaan sebuah rumah selama setahun, secara cicilan (bulanan) dan mereka negosiasi tentang harga
• Bank menyewakn rumah tersebut Rp 10 juta setahun di bayar cash di muka
• Bank selanjutnya menyewakan rumah itu secara cicilan per bulan Rp 1 juta dengan akad ijarah (di sini dilaksanakan pengikatan/kontrak)
• Rumah dimanfaatkan (digunakan) oleh nasabah
• Nasabah mencicil biaya sewa setiap bulan kepada bank

( jika akad IMBT, terdapat hak opsi di akhir dibeli atau tidak)

*2. Untuk akad Ijarah, apabila terjadi kerusakan atau kecatatan pada barang sewa. Siapa yang menanggung?*
Jika barang yang disewa rusak, bukan karena pelanggaran dari penggunaan yang dibolehkan, juga bukan kelalaian pihak nasabah dalam menjaganya, ia tidak bertanggung jawab atas kerusakan itu.

*3. Perbedaan ljarah dan IMBT?*
Ijarah : Tidak ada hak opsi
IMBT : Ada hak opsi

*4. Apakah diperbolehkan membayar uang sewa selain menggunakan uang?*
Pembayaran sewa atau upah boleh dalam bentuk jasa, mengacu pada fatwa DSN no 08

*5. Apa beda ijarah dengan sewa biasa?*
Dalam ijarah, dapat menyewa dalam bentuk barang dan jasa. Sedangkan dalam sewa biasa, hanya dapat menyewa dalam bentuk barang atau benda. Dari segi pembayaran, ijarah memiliki sistem pembayaran berdasarkan kinerja, sedangkan sewa tidak.

Semoga Bermanfaat 😄😄😄

Ekonom rabbani…
Bisa…✊✊✊

Progres …
Ceria…😊😊😊

Nantikan Edisi Pofi selanjutnya.
Pastinya lebih seru!
📢📢📢📢

Further information:
Fb: Progres Tazkia
Twitter: @KSEI_Progres
Ig: Progrestazkia
Youtube: KSEI Progres

Leave a Reply

Close Menu