Potensi Zakat Perusahaan: Menyebarkan Kesejahteraan Melalui Kontribusi Sosial Bisnis

Potensi Zakat Perusahaan: Menyebarkan Kesejahteraan Melalui Kontribusi Sosial Bisnis

Oleh: Nur Ariskawati

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang menekankan kewajiban umat Islam untuk memberikan sebagian hartanya kepada yang membutuhkan. Salah satu contohnya adalah Zakat untuk perusahaan, yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Artikel ini akan membahas tentang pentingnya Zakat bagi perusahaan, potensi manfaatnya, dan bagaimana dapat digunakan sebagai peluang untuk memperkuat tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Berikut beberapa ayat yang mengatur zakat:

a) Al-Qur’an

Q.S At-Taubah ayat 103

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoa untuk mereka. Sesungguhnya shalatmu (menjadi) kedamaian jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.”

b) Hadits

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالْحَجِّ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun di atas lima hal: ia bersaksi bahwa tidak ada tuhan (dewa) yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya; menegakkan doa; melakukan zakat; melakukan haji; dan berpuasa di bulan Ramadhan.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Pentingnya Zakat Perusahaan

Zakat perusahaan lebih dari sekedar kewajiban agama; yang juga merupakan peluang bagi bisnis untuk berkontribusi pada masyarakat. Dengan memenuhi kewajiban zakatnya, perusahaan dapat mendukung amal, memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Hal ini tidak hanya menguntungkan masyarakat tetapi juga meningkatkan reputasi dan brand image perusahaan.(Ramli, 2018)

Selain itu, Zakat Perusahaan dapat membantu perusahaan dalam membangun kepercayaan dan itikad baik di antara para pemangku kepentingannya, termasuk pelanggan, karyawan, dan investor. Ketika sebuah perusahaan menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab sosial, mereka lebih mungkin untuk menarik dan mempertahankan pelanggan yang menghargai praktik bisnis yang bertanggung jawab secara sosial. Mereka juga lebih mungkin menarik dan mempertahankan karyawan yang termotivasi yang ingin bekerja untuk perusahaan yang berdampak positif bagi masyarakat. Akibatnya, mereka lebih cenderung menarik investor yang menghargai bisnis yang memprioritaskan keberlanjutan jangka panjang.

Potensi Manfaat Zakat Perusahaan

Zakat perusahaan dapat membawa banyak manfaat bagi bisnis yang memilih untuk menerapkannya. 

1. Menjadi alat yang berharga untuk meningkatkan keterlibatan dan kepuasan karyawan.

Ketika karyawan melihat bahwa atasan mereka berkomitmen terhadap tanggung jawab sosial dan secara aktif berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat, mereka lebih cenderung merasa termotivasi, bangga, dan loyal kepada perusahaan. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan produktivitas, pergantian karyawan yang lebih rendah, dan peningkatan kepuasan kerja secara keseluruhan.

2. Zakat perusahaan dapat menjadi alat pemasaran yang ampuh untuk bisnis.

Ketika perusahaan mempromosikan inisiatif Zakat mereka, mereka dapat membedakan diri dari pesaing mereka dan menarik konsumen yang bertanggung jawab secara sosial. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan pengenalan merek, loyalitas pelanggan, dan pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan. (Al-Matari, 2020)

3. Zakat perusahaan dapat menjadi katalisator inovasi dan kolaborasi.

Dengan perusahaan yang bekerja dengan organisasi amal, mereka dapat belajar tentang cara-cara baru untuk mengatasi masalah sosial, mendapatkan wawasan baru tentang kebutuhan pelanggan, dan mengembangkan produk dan layanan baru yang memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya, termasuk pemerintah, LSM, dan tokoh masyarakat, perusahaan dapat membangun hubungan yang lebih kuat dan mencapai dampak yang lebih besar.

Menerapkan Zakat Perusahaan

Menerapkan Zakat di perusahaan tidak diragukan lagi merupakan tugas yang menantang, terutama untuk bisnis yang beroperasi di banyak negara dengan peraturan Zakat yang berbeda. Namun, ada beberapa cara di mana perusahaan dapat mengatasi tantangan ini dan memaksimalkan potensi inisiatif Zakat mereka.

  1. Perusahaan dapat membentuk komite zakat atau kelompok kerja yang bertanggung jawab untuk mengawasi kegiatan zakat mereka. Memiliki kelompok kerja seperti ini dapat memastikan bahwa Zakat dikumpulkan dan didistribusikan secara transparan, etis, dan efektif kepada masyarakat. Mereka juga dapat mengembangkan kebijakan dan prosedur untuk memastikan bahwa kegiatan Zakat perusahaan selaras dengan strategi dan tujuan CSR mereka secara keseluruhan.
  2. Perusahaan dapat bekerja dengan organisasi Zakat atau badan amal setempat untuk membantu mereka mengidentifikasi dan mendukung mereka yang membutuhkan. Ini memudahkan perusahaan untuk memastikan bahwa Zakat mereka diarahkan kepada mereka yang paling membutuhkan dan digunakan untuk mencapai dampak maksimal.
  1. Perusahaan dapat mengintegrasikan Zakat ke dalam keseluruhan strategi CSR mereka dan mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan Zakat. Dengan menjadikan Zakat sebagai prioritas, perusahaan dapat memastikan bahwa zakat mendapat perhatian dan sumber daya yang memadai dan terintegrasi ke dalam strategi bisnis mereka secara keseluruhan.

Kesimpulan

Kesempatan bagi korporasi untuk menjunjung tinggi kewajiban sosialnya dan memajukan masyarakat melalui zakat korporasi menjadi penting. Sebuah bisnis dapat meningkatkan reputasinya dengan memanfaatkan kemungkinan manfaat zakat dan menjalin koneksi yang lebih kuat.

Sumber:

Al-Matari, E. M. (2020). The impact of Zakat on CSR, customer loyalty, and brand recognition: Evidence from Malaysia. Journal of Islamic Marketing, 545-562.

Ramli, J. A. (2018). AN ISLAMIC PERSPECTIVE ON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY: THE IMPACT ON THE CORPORATE REPUTATION MOTIVES FROM THE SUBSETS OF STAKEHOLDER MANAGEMENT THEORY. International Journal of Industrial Management (IJIM), 2-3.

Leave a Reply