Sebagai bagian dari rangkaian oprec (Open Recruitment) para calon anggota KSEI progres 20 diamanahkan untuk menyelenggarakan sebuah seminar pada tanggal 20 Januari 2022. Dengan total panitia penyelenggara yang terdiri dari seluruh calon anggota KSEI Progres yakni 34 orang mampu menggaet peserta seminar sebanyak 195 orang. Sasaran utama peserta seminar adalah seluruh anggota HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) dan Mahasiswa/i Institut Agama Islam Tazkia, namun ternyata banyak juga peserta yang berasal dari luar Tazkia. Hebatnya lagi seminar ini dilaksanakan secara offline sekaligus online. Untuk offline dilaksanakan di ruang international class sedangkan online menggunakan platform zoom.
Seminar ini mengangkat tema “Keuangan Berkelanjutan pada Era Digital: Driving Innovation in Financial Technology and Islamic Finance Adaption.” Acara dibuka pukul 08.06 WIB dipandu oleh Khodijah (Progres 20) sebagai MC, kemudian berlanjut ke pembacaan tilawah oleh saudara Azhar Khairullah (Progres 20), menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars FOSSEI, kemudian penyampaian open speech oleh Fadhlan Haekal Maulana selaku Ketua Pelaksana, Muhammad Murtadha selaku Ketua KSEI Progres, Bapak bapak Nashr Akbar, M.Ec selaku Pembina KSEI Progres, dan Bapak Andang Heryahya, M.Pd.I.,M.Pd. selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik, hingga pukul 08.50 WIB baru kemudian memulai penyampaian materi.
Penyampaian materi pertama disampaikan oleh bapak Ronald Yusuf Wijaya, S.Kom. selaku Co-founder @ethis.co & CEO @ethis.co.id dan Ketua Umum Fintech Syariah @afsi.id beliau memaparkan materi terkait fintech syariah. Beberapa hal yang dibahas antaranya, memberikan gambaran umum terkait peran mahasiswa dalam dakwah ekonomi syariah terkait keuangan berkelanjutan di era digital, memberikan pengetahuan pentingnya memahami keuangan berkelanjutan dan peran digital sebagai akselerasi dakwah ekonomi syariah yang komprehensif, dan memberikan motivasi pentingnya peran generasi muda sebagai pendukung kemajuan ekonomi syariah di era digital khususnya keuangan berkelanjutan.
Setelah materi pertama selesai disampaikan acara dilanjutkan dengan materi kedua yang disampaikan oleh Bapak Arief Mediadianto selaku Vice President @Investree.id. Beliau memaparkan materi terkait Driving Innovation in Fintech & Islamic Finance Adaptation yakni upaya mendorong inovasi dalam adaptasi fintech dan keuangan syariah jugasekaligus memperkenalkan Investree syariah, yakni sebuah perusahaan fintech lending berbasis syariah di Indonesia yang mempertemukan antara orang yang memiliki kebutuhan pendanaan dengan orang yang bersedia meminjamkan dananya. Setelah 20 menit penyampaian materi oleh Bapak Arief, selanjutnya adalah penanggapan materi terkait oleh Bapak Saleh Basir SE., SH.,CPA., CPSAK., CACP., QIA. selaku Direktur Utama PT. Saleh Sukses Pratama.
Setelah selesai menanggapi materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Siti Rabiah Magfiroh (Progres 20) selaku Moderator. Setelah menyampaikan closing statement selanjutnya penyerahan sertifikat kepada ketiga pembicara oleh panitia yang bertugas. Sebelum menutup acara para penanya sebanyak 6 orang mendapatkan doorprize spesial dari panitia. Kemudian diakhiri dengan pembacaan do’a, dokumentasi, dan sedikit hiburan persembahan dari UKM Restart.
Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin, Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Progres diamanahi sebagai tuan rumah Musyawarah Regional 2021 oleh Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Regional Jabodetabek. Acara ini diselenggarakan selama 2 hari, yaitu Sabtu-Ahad, 16-17 Oktober 2021 dan bertempat di Ruang Internsional Institut Agama Islam Tazkia Bogor. Acara ini terbagi ke dalam 2 (dua) agenda besar, yakni Webinar Nasional dengan tema. “Peran Fintech dalam Mengoptimalisasikan Dana ZISWAF untuk Menyambut Society 5.0”serta Musyawarah Regional FoSSEI Jabodetabek 2021 dengan tema, “Membangun Komunikasi yang Ideal dalam Organisasi.” Tak hanya itu, terdapat agenda Fit and Proper Test yang diselenggarakan pada hari Jumat, 15 Oktober 2021 secara offline dan Sabtu, 16 Oktober 2021 secara online.
Meskipun acara diadakan secara hybrid, namun tidak mengurangi esensi serta antusiasme seluruh tamu undangan pada acara tersebut. Acara ini disponsori oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF), dan Sakinah Finance. Webinar nasional yang diadakan pun mendapat banyak dukungan dan anstusiasme dari para mahasiswa, delegasi KSEI, segenap pengurus FoSSEI Jabodetabek, serta khalayak umum.
Sabtu, 16 Oktober 2021
Webinar nasional diselenggarakan pada hari Sabtu, 16 Oktober 2021 dengan menghadirkan 2 (dua) pembicara, yakni Bapak Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D. selaku Direktur Pusat Kajian dan Strategis BAZNAS, dan Bapak Afrad Arifin, S.IP, M.E.Sy, CIPA (AAOIFI) selaku Research Associate PSFS Institut Tazkia. Antusiasme sudah terasa di awal acara, terlebih lagi webinar ini dihadiri oleh 114 orang peserta online dan 56 orang peserta offline. Webinar dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Raihan Raharja selaku Ketua Pelaksana, Eko Kurniawan selaku Presidium Nasional FoSSEI, Muhammad Murtadha selaku Ketua Umum KSEI Progres, serta Qaidi Azham Anwar Sinaga selaku Koordinator FoSSEI Regional Jabodetabek Masa Amanah 2021/2022. Kemudian dilanjukan dengan penyampaian Keynote Speech oleh Rektor Institut Tazkia, ibu Assoc. Prof. Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP. Acara webinar ini dipandu oleh Asfa Asfia selaku moderator, dan penyampaian materi 1 dengan zakat sebagai bahasan utama oleh Bapak Muhammad Hasbi Zaenal, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sementara Bapak Afrad Arifin selaku pemateri 2 menyampaikan materi dari sisi Financial Technology, dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Webinar Nasional berlangsung dari pukul 08.00 WIB s.d 12.00 WIB.
Setelah istirahat, sholat, dan makan, acara dilanjutkan dengan agenda Musyawarah Regional FoSSEI Jabodetabek 2021 yang dihadiri oleh 73 peserta delegasi KSEI se-Jabodetabek dengan syarat setiap KSEI mengirimkan 3 delegasi, dan 6 diantaranya hadir secara offline bersama pengurus FoSSEI Jabodetabek dan panitia. Acara dibuka kembali oleh Mutya Qurratu’ayuni Mustafa selaku Master of Ceremony (MC), dan diawali dengan Sidang Pendahuluan yang dibuka oleh pimpinan sidang sementara yakni Muhammad Ikbal Falevy selaku pimpinan sidang 1 dari KSEI USEFUL UPN Veteran Jakarta, Satrio Alif Akbar selaku pimpinan sidang 2 dari KSEI FoRSEI Politeknik Negeri Jakarta, serta Fadhlur Rahman Yusra selaku pimpinan sidang 3 dari KSEI AkSES LIPIA. Jakarta. Kemudian pimpinan sidang sementara memilih pimpinan sidang tetap yakni Hafidz Naufal Dany selaku pimpinan sidang 1 dari KSEI IsEF STEI SEBI, Muhammad Syaidil Saputra selaku pimpinan sidang 2 dari KSEI Progres Institut Tazkia, serta Zidane Akbar Wiguna selaku pimpinan sidang 3 dari KSEI LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pimpinan sidang tetap membacakan tata tertib sidang dan dilanjutkan dengan Sidang Pleno I.
Sidang Pleno I diawali dengan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban FoSSEI Regional Jabodetabek Masa Amanah 2020/2021. Penyampaian diawali oleh Badan Pengurus Harian (BPH) kemudian dilanjutkan dengan Divisi Kaderisasi, Divisi Keilmuan, dan diakhiri oleh Divisi Media. Setelah itu, perwakilan KSEI yang diamanahi sebagai tuan rumah 5 agenda besar FJ pun turut membacakan laporan pertanggungjawabannya. Laporan Pertanggungjawaban Musyawarah Regional FoSSEI Jabodetabek 2020 disampaikan oleh KSEI SEC UNIS Tanggerang, Rapat Kerja Regional (RAKEREG) oleh KSEI FALAH UHAMKA, Research Camp oleh KSEI ForSEI PNJ, serta agenda Temu Ilmiah Regional oleh KSEI IsEF STEI SEBI. Setelah pembacaan tersebut, diadakanlah diskusi terkait apakah laporan pertanggungjawaban yang telah disampaikan dapat disahkan atau tidak. Keputusan berakhir dengan opsi Laporan Pertanggungjawaban FoSSEI Regional Jabodetabek Masa Amanah 2020/2021 diterima dengan syarat perbaikan dan diberikan rentang waktu perbaikan sealam 2 minggu. Acara berlansung dari pukul 13.00 WIB s.d 18.00 WIB.
Minggu, 17 Oktober 2021
Agenda sidang dilanjutkan pada hari Minggu, 17 Oktober 2021 pada pukul 08.00 WIB dan diawali dengan Sidang Komisi. Para delegasi dan pengurus FoSSEI Jabodetabek terbagi ke dalam 3 komisi, yakni komisi A tentang AD/ART, GBHO, dan TKO, komisi B yang membahas Indikator keberhasilan pengurus tahun berikutnya dan tahap penetapan Koordinator Regional dan Calon Presidium Nasional, serta komisi C dengan bahasan isu-isu strategis FoSSEI yang akan diajukan sebagai Tema Nasional. Setelah Sidang Komisi, dilanjutkan dengan Sidang Pleno II berupa Sidang Penetapan.
Selanjutnya, penyampaian visi dan misi Calon Koordinator FoSSEI Regional Jabodetabek yakni Naufal Rizqullah Al Banjari dari KSEI Progres Tazkia, dan Calon Presidium Nasional yakni Akbar Febriansyah dari KSEI IsEF STEI SEBI, Muhammad Rijalul Humam dari KSEI LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Muhammad Gibral Al Ayyubi dari KSEI AkSES LIPIA. Peserta sidang diperbolehkan mengajukan pertanyaan kepada para calon. Setelah sesi tanya jawab selesai, agenda dilanjutkan dengan diskusi tim formatur untuk menentukan para calon terpilih.
Setelah melakukan diskusi dan musyawarah yang cukup panjang, diadakanlah sidang pleno III dan diputuskanlah bahwa Naufal Rizqullah Al Banjari dari KSEI Progres Tazkia terpilih sebagai Koordinator FoSSEI Regional Jabodetabek Masa Amanah 2021/2022, Akbar Febriansyah dari KSEI IsEF STEI SEBI serta Muhammad Rijalul Humam dari KSEI LiSEnSi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai Calon Presidium Nasional terpilih yang akan diajukan dari regional Jabodetabek. Suasana yang cukup menegangkan dan mengharukan tidak menyurutkan antusiasme para calon terpilih. Dilakukanlah serah terima jabatan oleh Qaidi Azham Anwar Sinaga selaku Koordinator Regional FoSSEI Jabodetabek Masa Amanah 2020/2021 kepada Naufal Rizqullah Al Banjari selaku Koordinator Regional terpilih. Agenda dilanjutkan dengan penentuan tuan rumah untuk 5 agennda besar regional, dan terpilihlah KSEI FOREKS UNISMA BEKASI sebagai tuan rumah SKJ (Silaturrahim KSEI Jabodetabek), BSO KSEI FE UNJ sebagai tuan rumah Research Camp, KSEI SES-C IPB sebagai tuan rumah TEMILREG (Temu Ilmiah Jabodetabek), KSEI SCIED UIKA sebagai tuan rumah RAKEREG (Rapat Kerja Regional ), dan KSEI AkSES LIPIA sebagai tuan rumah MUREG (Musyawarah Regional).
Sidang Pleno III pun berakhir dan dilanjutkan dengan sidang paripurna untuk membacakan surat keputusan oleh pimpinan sidang tetap. Setelah dilanjutkan dengan pembacaan doa, penutupan, serta pengambilan dokumentasi. Acara berakhir pada pukul 18.00 WIB dan dipenuhi dengan rasa syukur serta kebersamaan yang erat baik dari panitia, maupun seluruh peserta pada agenda tersebut.