Peran Industri Halal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Di Era 4.0

Oleh: Fauzi Herman (Divisi RnD)

Revolusi industri merupakan perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang, Pada saat ini kita sering mendengar yang namanya revolusi industri 4.0 atau revolusi industri keempat namun, sebernarnya apakah itu revolusi industri 4.0.Revolusi industri 4.0 adalah perubahan besar- besaran di berbagai bidang yang disebabkan oleh perpaduan teknologi yang dapat mengurangi sekat-sekat antara dunia fisik ,digital,dan biologi yang terjadi di abad ke-21 kemajuan teknologi tersebut diantaranya kecerdasan buatan, robot,blockchain,teknologi nano,bioteknolgi,internet of things,percetakan 3D dan kendaraan tanpa awak.

Dengan kehadiran revolusi industri 4.0 maka akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup manusia  dan jumlah produksi barang  serta  jasa yang di hasilkan dalam periode tertentu namun banyak yang beranggapan bahwa dengan hadirnya revolusi industri 4.0  akan menyebabkan peningkatan  pengangguran. Para buruh dengan skala yang besar akan kehilangan lapangan pekerjaan mereka karena tenaga manusia akan tergantikan oleh perkembangan teknologi.

Seperti halnya revolusi industri sebelumya, revolusi industri 4.0 tentu akan memberikan dampak yang besar terhadap berbagai bidang seperti ekonomi, politik,sosial bahkan militer dan budaya pun akan mengalami perubahan –perubahan  yang signifikan yang disebakan oleh revolusi industri .Dalam revolusi  industri segala sesuatu yang mulanya kasar, begitu sulit, begitu mahal dalam memproduksi sesuatu akan menjadi lebih mudah dan murah dari pada sebelumnya karena revolusi industri akan memberikan kemudahan dalam memproduksi sesuatu.

Revolusi industri yang memiliki pengaruh yang besar terhadap berbagai bidang seperti ekonomi, politik,sosial,bahkan militer dan budaya akan menyebabkan hilangnya jutaan pekerjaan lama  dan akan memunculkan jutaan pekerjaan yang baru,hilangnya jutaan pekerjaan lama akan memberikan keresahan disisi masyarakat meskipun akan memunculkan jutaan lapangan pekerjaan yang baru, hal ini merupakan sebuah pertanyaan bagi kita apakah kita telah mempersiapkan diri dengan memiliki skill tertentu dan mampu menyesuaikan  diri dengan revolusi industri 4.0.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar didunia, menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2010 jumlah penduduk indonesia mencapai 265 juta jiwa.Jumlah tersebut terdiri dari 133,17 juta laki laki, 131,17 juta jiwa perempuan dan terdapat sekitar 87,18% penduduk adalah muslim sedangkan 35% lainnya beragama Kristen(6,96%), katolik(2,19%), hindu(1,69%) Budha (0.72%)  dan sisanya menganut agama lain. Dengan jumlah penduduk muslim yang terbesar didunia maka tentunya Indonesia memiliki peluang yang besar di industri halal dunia.

Pada saat ini industi halal sedang berkembang, mulanya industri halal hanya bergerak disektor makanan kemudian berkembang ke sektor  finance dan akhirnya berkembang disektor lifestyle termasuk didalamnya pariwisata. Wisata halal merupakan bagian dari industri yang ditujukan untuk wisatawan muslim  yang dimana dalam pelayanan merujuk pada aturan islam yang ditetapkan sesuai syariat seperti adanya rumah makan bersertifikat halal,hotel bersertifikat halal, tersedianya masjid ditempat – tempat umum, adanya fasilitas kolam renang terpisah antara laki–laki dan perempuan,tidak adanya minuman keras (mengandung alkohol), keuangan syariah dan lain lain. Pada tahun 2015 kementrian pariwisata mencatat terdapat 37 hotel syariah yang telah bersertifikat halal dan 150 hotel menuju operasional syariah ,terdapat juga sebanyak 2916 restoran 303 telah bersertifikat halal dan 1800 sedang mempersiapkan untuk sertifikasi. 

Wisata halal (halal tourism) mempunyai peluang besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi berdasarkan studi Global Muslim Travel Index (GMTI) memperkirakan bahwa wisata halal akan tumbuh dengan pesat dan akan mencapai USD 220 miliiar pada tahun 2020. Bahkan, pasar ini diperkirakan akan tumbuh mencapai USD 300 miliar pada tahun 2026 Dengan melihat peluang pasar yang besar di industri halal tidak hanya saja negara yang mayoritas muslim yang mengambil bagian namun juga negara minoritas muslim seperti Jepang , Korea Selatan, Australia dan Thailand.

Dengan dijadikannya Indonesia tujuan utama industri wisata halal tentu akan berdampak besar terhadap perekonomian mikro maupun makro dan masyarakat terutama anak muda akan dapat ikut serta untuk meningkatkan kualitas wisata halal namun untuk menuju itu tedapat berbagai tantangan seperti  sertifikasi makanan halal  di Indonesia, Indonesia sebagai negara yang mayoritasnya muslim tentu masyarakat beranggapan bahwa makanan yang terdapat sepereti di kafe-kafe, restoran dan rumah makan adalah makanan halal namun dalam industri wisata halal sertifikasi makanan halal merupakan sebuah keharusan yang menjadi jaminan bahwa makanan itu halal bagi wisatawan dan tantangan lainya adalah dalam hal pemasaran Karena pemasaran wisata halal bukanlah sesuatu yang mudah hal ini karena perbedaan tuntutan antara wisatawan muslim dan wisatawan non muslim. Wistawan non muslim mungkin tidak  akan tertarik seperti pada hotel yang menggunakan konsep syariah. Oleh karena itu, wisata halal dapat menjadi peluang maupun kendala dalam sektor pariwisata.

Diantara masalah-masalah ekonomi adalah pengangguran dan kemiskinan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat  per agustus 2018 angka pengganguran di indonesia sebesar 5,34 % atau setara 7,001 juta jiwa,angka pengangguran tersebut berasal dari pendidikan SMK  sebesar 11,24%, lulusan SMA sebesar 7,95%, lulusan Diploma I/II/III sebesar 6,02 %, lulusan universitas sebesar 5,89%, lulusan SMP sebesar 4,08%, dan lulusan SD sebesar 2.43% sedangkan angka kemiskinan indonesia pada September 2018 adalah 9,66%. 

Jumlah penduduk indonesia yang besar dimana umat muslim sebagai mayoritas ditambah indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2030 akan menjadi potensi yang amat besar untuk mengembangkan industri halal terutama dalam sektor pariwisata halal (Halal Tourism), tentunya akan dapat mengatasi masalah masalah ekonomi indonesia diantaranya pengangguran dan kemiskinan.

Namun dengan rata-rata tingkat pendidikan masyarakat indonesia yang masih rendah maka  akan dikhawatirkan potensi industri halal tidak terserap dengan baik, maka pemerintah atau pihak tertentu yang bergerak di bidang industri perlu mengadakan sebuah pelatihan yang berrtemakan “Generasi millenial peduli  industri halal’’ dengan diadakan pelatihan ini  pemerintah atau pihak tertentu yang bergerak di bidang industri dapat merekrut anak muda dalam skala besar kisaran umur 17-25 tahun yang berpendidikan rendah untuk diberikan kepelatihan kewirausahaan, semangat untuk berinovasi, kepariwisataan dan pengetahuan tentang industry halal. Dengan diadakannya pelatihan tersebut maka tentunya indonesia kedepannya dengan bonus demografi dan potensi industri halal yang dimilikinya akan terserap dengan baik dan mengurangi tingkat kemiskinan dan penggaguran karena akan terbukanya jutaan lapangan pekerjaan.

Leave a Reply

Close Menu