Author: progrestazkia

  • Porgres Membaca

    Progres membaca merupakan kegiatan membedah buku-buku ekonomi islam dari beberapa penulis yang concern terhadap ekonomi islam.

    Kegiatan bedah buku ini dilakukan dengan cara presentasi yang dilakukan oleh anggota progress dengan diakhiri adanya diskusi terkait buku yang dibahas.

    Kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait ekonomi islam dan ikut mendukung juga literasi ekonomi islam agar setiap mahasiswa mampu mendorong rasa keingintahuan tentang isu-isu atau pengetahuan tentang ekonomi islam yang terdapat dalam buku-buku tersebut. Sehingga mahasiswa mampu menjadikan buku sebagai jawaban dalam menjawab pertanyaan pertanyaan yang muncul setelah kegiatan bedah buku dan disertai diskusi antar mahasiswa.

    Progres membaca sangat dirasa penting karena ini merupakan metode yang sangat efektif untuk meningkatkan rasa minat mahasiswa untuk membaca dengan menyampaikan isi buku dengan penyampaian yang mudah dipahami dibandingkan harus membaca langsung buku-buku tersebut, ini mampu memudahkan dalam hal menyampaikan maksud dari buku tersebut agar sampai pemahamannya kepada para mahasiswa STEI tazkia.

  • Pofi (Pojok Fiqih)

    Pofi (Pojok Fiqih) merupakan salah satu bentuk kegiatan mengkaji Fiqh Muamalah khususnya tentang fatwa-fatwa DSN yang telah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia berkenaan dengan akad-akad yang ada di kegiatan transaksi perbankan. Fiqh muamalah adalah hukum-hukum yang berkaitan dengan tindakan manusia dalam persoalan keduniaan, misalnya : Jual beli, pinjam-meminjam, kerjasama dll. Dalam hal ini yang akan dibahas di program Pojok Fiqih adalah kegiatan transaksi perbankan. Hal ini menjadi sangat penting bagi para mahasiswa ekonomi islam dalam rangka mengetahui dasar-dasar bagaimana hukum asal suatu kegiatan transaksi di perbankan dan juga membahas apakah penerapan secara riilnya sudah sesuai dengan hukum yang berlaku atau belum.
    Mahasiswa STEI TAZKIA mengkaji mengenai fiqh muamalah ini dalam muatan mata kuliah di awal-awal semester namun butuh pengulangan dan diskusi yang lebih adaptable dan active dengan sesama mahasiswa agar penerapan ilmunya lebih optimal. Program Pojok Fiqih didesain secara kreatif dari segi pelaksanaannya sehingga tujuan Pojok Fiqih dalam mengkaji fiqh muamalah melalui fatwa DSN mampu tercapai dengan baik.
    Manfaat kegiatan Pojok Fiqh ini ialah mahasiswa mampu meningkatan kemampuan analisis dan kritisnya dalam hal menanggapi hukum-hukum perbankan yang sudah ada saat ini, banyak sekali permasalahan-permasalahan yang terjadi terkait kegiatan transaksi perbankan, harapannya mahasiswa mampu memberikan solusi dari permasalahan-permasalahan yang ada dengan pengetahuan dasar-dasar hukum dari kegiatan Pojok Fiqih itu sendiri.

  • KAKAP (Kajian Kamis Progres)

    Kajian Kamis Progres atau KAKAP adalah kajian rutin mingguan KSEI Progres yang diadakan setiap hari kamis. Kajian ini selaras dengan tujuan KSEI Progres divisi Kajian Strategis (KASTRAT) sebagai fasilitator pemerata keilmuan dan sebagai Ruh dari KSEI Progres. KAKAP membantu mahasiswa untuk memiliki wawasan yang luas dan kritis terkait apa yang terjadi di lingkungan dan melatih meningkatkan softskill serta wawasan dan menjadi wadah untuk da’wah ekonomi islam. Kajian Intermediate ini membahas permasalahan ekonomi terkini dalam pandangan islam dan permasalahan fiqh kontemporer.

    Key Performance Index (KPI) Kajian Strategis yang pertama adalah untuk membuka pemahaman para peserta terkait kajian yang diadakan secara konstan pada kamis sore. Pengukuran pemahaman peserta dilakukan dengan pengadaan kuis bagi para peserta pada waktu yang sudah ditentukan. KPI yang kedua adalah tercapainya target kuantitas kajian.

  • Progres News

    [ DIoSC 2.0 : Zakat on SDGs ]. .
    Assalamualaikum, Sahabat! .
    Penasaran bagaimana hubungan antara Zakat dan SDGs? .
    Ingin tahu seberapa besar Zakat tersalurkan di Indonesia setiap tahunnya?
    .
    Atau bagaimana Zakat tersebut sampai ke sektor-sektor yang membutuhkan?
    .
    Yuk cari tahu jawabannya di Discussion of Syariah Economics (DIOSC 2.0) yang akan membahas tentang “Bagaimana Pengelolaan Zakat untuk Mencapai SDGs”, dengan para pembicara yang ahli dibidangnya, loh! .
    ?1. Dr. Ikhsan Modjo
    (Technical Advisor for Innovative Financing UNDP).
    .
    ?2. Irfan Syauqi Beik, Ph.D
    (Center of Strategic Studies BAZNAS).
    .
    ?3. Dra. Nina Sardjunani. MA
    (Team Leader SDGs Indonesia BAPPENAS).
    .
    ?4. Arifin Purwakananta
    (Deputy of BAZNAS).
    .
    ?5. Hamid Abidin
    ‎(Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia).
    .
    Tunggu apalagi, yuk hadiri acara ini pada
    tanggal :16 November 2017
    waktu : 08.00-12.30
    tempat : Auditorium Soeria Atmadja FEB UI, Depok.
    .
    Jangan lupa daftarkan dirimu secara online di link berikut:
    bit.ly/DIOSC02.
    .
    ?Note : GRATIS dan TERBUKA UNTUK UMUM, sudah termasuk E-Certificate dan Snack.
    .
    CP
    Ismah: 087897406407 (FSI FEB UI)
    Ndari: 087889573889 (BAZNAS) ================ Departemen Study and Research of Islamic Economics and Business
    FSI FEB UI
    Rumah Ukhuwah Kita

  • Progres Learn

    Peran dan Potensi Lembaga Pendikan sebagai Penerus Estafet Dakwah Ekonomi Islam Masa Depan.
    .
    Lembaga menurut bahasa adalah “badan” atau “organisasi” (tempat berkumpul. (Depdikbud, 19945:851). Pengertian lembaga pendidikan islam adalah suatu bentuk organisasi yang diadakan untuk mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan islam yang baik. Oleh karena itu, lembaga pendidikan islam seperti madrasah dan pesantren-pesantren harus dapat menciptakan suasana yang memungkinkan terlaksananya pendidikan baik dari akademik maupun life skill nya dengan baik.
    .
    Lembaga pendidikan islam saat ini mempunyai dua bentuk yaitu, lembaga pendidikan formal dan non formal. Contoh dari lembaga pendidikan formal islam adalah MTS, MA dan PTS. Untuk lembaga pendidikan non formal sendiri contohnya seperti pesantren-pesantren yang tersebar di seluruh indonesia baik di perkotaan atau di perdesaan. Kedua lembag pendidikan islam baik formal maupun non-formal mempunyai peran dan fungsinya yang mempunyai potensi besar sebagai penerus estafet dakwah ekonomi islam di indonesia.

    baca selengkapnya di facebook kami:
    https://m.facebook.com/story.php?

  • Weekly News Kurs Tengah USD-IDR Rp.13.518

    ? WEEKLY NEWS ? ¤ Kurs Tengah USD-IDR Rp.13.518
    ¤ BI 7-Day RR 16/11/17 4,25%
    ¤ Inflasi IHK per bulan Okt 2017 3,58%
    ¤ Target Inflasi 2017 4% (1%)
    ¤ IHSG 22/11/17 Close on 6.068,79 ⬆ 37,92 (0,63%)
    ¤ JII 22/11/17 Close on 731,68 ⬆ 7.16 (0.99%)
    ¤ ISSI 22/11/17 Close on 183.89 ⬆ 1.08 (0,63%) “Kemenperin Kembangkan Kawasan Industri Halal”

    1. Kemenperin akan membentuk zona industri halal sebagai percontohan di Pulau Jawa, karena wilayah ini memiliki banyak kawasan industri.
    2. Kawasan industri halal di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan, karena banyaknya penduduk yang memeluk agama Islam.
    3. Menurut Sudarto, pengembangan zona kawasan industri tersebut juga akan mempertimbangkan produk-produk yang memiliki orientasi ekspor, terutama ke negara-negara Timur Tengah.
    4. Berdasarkan perhitungan Kemenperin sendiri, permintaan produk makanan halal dunia akan mengalami pertumbuhan sebesar 6,9 persen dalam enam tahun ke depan, yaitu dari USD 1,1 triliun pada tahun 2013 menjadi USD 1,6 triliun tahun 2018
    5. Indonesia sendiri saat ini menempati posisi negara konsumen terbesar dari produk makanan halal dunia, yaitu sebesar USD 197 miliar, yang diikuti Turki dengan mencapai USD 100 miliar
    .
    *[Follow Us]*.
    .?Fb: Progres Tazkia.
    .?: @KSEI_Progres.
    .?: progrestazkia.
    .?: www.progrestazkia.com
    ?Line: @yel7403e
    ?Youtube: Progres Tazkia.