Mahasiswa STEI TAZKIA kembali menjuarai Olimpiade Ekonomi Syariah di tingkat Jabodetabek

Setelah sebelumnya berhasil meraih predikat juara I dan III cabang lomba olimpiade di acara Temu Ilmiah Regional yang diadakan di UIN syarif Hidayatullah, Mahasiswa STEI TAZKIA kembali menunjukkan prestasinya dengan mendapatkan juara ke I dalam ajang perlombaan “Polytechnic Sharia Olympiad”salah satu cabang lomba di acara Olimpiade Akuntansi Pasar Modal (OAPM) 2018 yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Jakarta pada tanggal 21 Maret 2018.
Mereka merupakan mahasiswa STEI TAZKIA yang tengah kuliah di semester 4 yaitu Thufeil Muhammad Tyansyah jurusan Bisnis manajemen Syariah dan Ahmad Faruq jurusan Ekonomi Islam.
Lomba ini merupakan lomba olimpiade tentang ekonomi islam dengan mengusung tema “The Magical Power of Sharia Heals The World Economic” diselenggarakan oleh panitia Accounting Fair 2018 dan KSEI Forum Studi Ekonomi Islam (ForSEI) Politeknik Negeri Jakarta.
Kegiatan lomba olimpiade ini didahului dengan tahap penyisihan, tahap semifinal, tahap grandfinal, dan terakhir tahap final. Tahap semifinal merupakan babak penyisihan awal untuk seluruh tim (satu tim berisi dua orang) dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan essay yang dilakukan secara tulis tangan setelah itu akan dipilih 12 tim terbaik untuk masuk ke tahap semifinal, di tahap semifinal seluruh tim harus mengerjakan 50 soal pilihan ganda terkait ekonomi islam secara individu dalam waktu 60 menit dan 20 soal teka-teki silang dikerjakan secara kelompok dalam waktu 20 menit. Tahapan selanjutnya adalah tahapan final yang diikuti oleh 6 tim terbaik yang telah lolos dari babak semifinal babak ini merupakan babak cerdas cermat yang memeperebutkan 3 tiket menuju babak grand final. Terakhir babak grand final setiap tim hrus menyelesaikan studi kasus untuk memperebutkan juara 1,2 dan 3
Faruq pun menceritakan bagaimana mereka bisa lolos di tiap tahapannya, “Saat cerdas cermat saya sempat merasa down karena setelah diundi ternyata tim kami harus melawan gunadarma yang pada saat tahap penyisihan nilainya paling tinggi diantara tim lain. Akan tetapi, Alhamdulillah akhirnya saat itu kami dimudahkan sehingga kami berhasil meraih poin tertinggi di babak cerdas cermat dengan skor 295 lanjut ke final kami dimudahkan kembali karena berada diurutan ketiga atau terakhir sehingga tim kami memiliki waktu persiapan yang lebih banyak untuk study case saat itu tema yang kami dapat ialah terkait bahasan bitcoin dan setelah itu dapat pengumuman alhamdulillah tim kami menang deh..” ujarnya.
“Saya merasa apa yang selama ini saya pelajari di progres berguna banget untuk ajang perlombaan ini, karena pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan pada saat itu kebanyakan telah dibahas di acara kajian rutin bersama kita yaitu KAKAP (Kajian Kamis Progres) setiap hari kamis sore atau POFI (Pojok fiqih) setiap hari senin sore” ujar Faruq.
Tidak lupa saudara thufeil sebagai pasangan lomba bersama faruq pun merasa berkesan mengikuti ajang perlombaan ini karena selain suasana lombanya yang kompetitif dan menantang tim panitianya pun dapat dinilai bagus dalam menyiapkan acara perlombaan ini sehingga menciptakan suasana perlombaan yang bagus dan sportif.
“Selain soal ekonomi islam kami pun diberikan soal-soal terkait pasar modal dan akuntansi syariah sehingga kami pun dituntut untuk lebih menambah wawasan yang lebih banyak lagi” ujar thufeil.
“Semoga harapannya dengan ajang perlombaan ini kita dan yang lainnya bisa terus belajar lagi, terpacu lagi semangat belajarnya terutama dalam mendakwahkan ekonomi islam” tutup thufeil.

Leave a Reply

Close Menu