Blog

  • Wakaf Uang & Wakaf Melalui Uang

    Wakaf Uang & Wakaf Melalui Uang

    Sebagai salah satu instrumen filantropi Islam, wakaf dinilai memiliki dampak dan manfaat yang luar biasa. Dihuni oleh mayoritas penduduk muslim, potensi wakaf di Indonesia dalam Insight KNKS edisi ke empat 2019 tercatat sebesar Rp 377 triliun untuk cash waqf, dan 420 ribu luas tanah wakaf yang jika dirupiahkan mencapai Rp 2.000 triliun. Seiring berkembangnya zaman, wakaf uang dinilai menjadi salah satu jenis wakaf yang fleksibel dan cocok untuk diterapkan era digital seperti saat ini. Untuk menyebar luaskan wakaf uang kepada masyarakat Indonesia, pada tanggal 25 Januari 2021 Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

    Lalu, tahukah kamu ada dua istilah dalam wakaf uang. Kedua hal tersebut adalah wakaf uang, dan wakaf melalui uang. Apa sih wakaf uang? Wakaf uang adalah wakaf yang dilakukan oleh seseorang kepada Lembaga Keuangan Syariah-Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU). Yang mana nanti LKS-PWU akan mengelolanya dengan diinvestasikan melalui produk bank syariah seperti tabungan atau deposito. Bagi hasil dari investasi tersebut akan disalurkan kepada penerima wakaf (mauquf ‘alaih). Selain melalui produk perbankan syariah, wakaf uang juga memiliki bentuk yang lebih bervariatif yaitu Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) yang menghubungkan wakaf dengan salah satu instrumen investasi berbasis syariah yaitu sukuk. Kabar gembiranya pemerintah di pekan kedua bulan april tahun ini mengeluarkan CWLS Ritel Seri SWR002 setelah seri yang pertama di tahun 2020.

    Yang kedua adalah wakaf melalui uang. Wakaf ini sering terjadi di masyarakat, yaitu penyaluran uang langsung kepada pengelola wakaf (nadzir) untuk mengadakan harta benda wakaf seperti pembangunan masjid, madrasah, rumah sehat, dan lain sejenisnya. Wakaf jenis ini pada awalnya memang belum memiliki regulasi sendiri, seperti undang-undang, atau Peraturan Menteri Agama. Akan tetapi Badan Wakaf Indonesia (BWI) akhirnya mengeluarkan Peraturan Badan Wakaf Indonesia No.1 Tahun 2020 terkait wakaf melalui uang. Digitalisasi turut mempermudah penyaluran wakaf, bahkan sebelum diresmikannya GNWU, sudah ada aplikasi yang mengakomodasi penyaluran wakaf uang seperti e-Salaam dari CIMB Niaga Syariah contohnya. Selain itu bagi kamu nasabah Bank Syariah Indonesia, dalam mobilebankingnya sudah terdapat bagian tersendiri untuk menyalurkan wakaf uang. Ada sekitar 3 opsi yang dapat dipilih, mulai dari Wakaf Uang Selamanya, Wakaf Uang Temporer, hingga Wakaf Melalui Uang. Dan masya Allah nominal yang dapat disalurkan mulai dari Rp 5.000. Jadi, bagaimana? Berwakaf tidak harus menunggu banyak harta bukan? Dimulai dari diri sendiri, lalu berbagi informasi ke orang sekitar. Mari bersama-sama kita menyebarluaskan cash waqf. Semangat para ekonom rabbani, untuk mengubah nominal potensi menjadi terealisasi.  

    Kembali Hadir untuk 2 Tahun Tenor, CWLS Ritel Seri SWR002 Susun Program pada Tiga Sektor

    Wakaf Uang

    Peranan sukuk negara di Indonesia sangat besar. Total akumulasi penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dari tahun 2008 hingga 1 Oktober 2020 mencapai Rp 1.538,43 triliun. Inovasi sukuk negara pun mulai berkembang jenisnya, mulai dari Green Sukuk, E-money SBSN Proyek, Sukuk Ritel Online, hingga yang terkini adalah Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS). Tren perkembangan wakaf uang yang terus mengalami pergerakan positif menjadi salah satu faktor dibentuknya CWLS. Setelah sukses dengan Cash Waqf Linked Sukuk seri SWR001 pada kuartal terakhir 2020, di tahun ini pemerintah tepatnya Kementerian Keuangan mengeluarkan seri kedua dari CWLS Ritel tersebut.

    Apa sih CWLS itu? CWLS merupakan penyaluran wakaf uang untuk diinvestasikan pada sukuk negara yang diterbitkan oleh pemerintah. Ini merupakan salah satu upaya untuk memfasilitasi wakif dalam program pemberdayaan umat dan kegiatan sosial kemasyarakatan. CWLS ini dikelola sesuai dengan prinsip syariah ya, dan sudah mendapatkan pernyataan kesesuaian dari Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia Nomor B-285/DSN-MUI/IV/2021 tepat di hari perdana penawaran SWR002.

    Sama seperti Seri pertama, seri kedua memiliki tenor dua tahun dengan imbal hasil (fixed cupon) 5,57% per tahun. Mulai dari Rp 1 juta, pemerintah sangat optimis penjualan dari SWR002 akan tinggi dari SWR001 karena bertepatan dengan momen ramadhan. Selain itu juga diperkuat dengan penambahan empat Mitra Distribusi (Midis). Kamu bisa memesan SWR002 ini secara online ataupun offline. Jika online melalui Midis Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Muamalat, CIMB Niaga Syariah, dan Permata Bank Syariah. Akan ada dua Midis tambahan jika kamu memesannya secara offline yaitu Bank Mega Syariah, dan Bank Bukopin Syariah.

    Timeline dari CWLS seri SWR002 adalah mulai dari tanggal 9 April sampai 3 Juni 2021 sebagai hari penawaran SWR002. Dilanjutkan tanggal 7 Juni 2021, penetapan hasil penjualan. 9 Juni 2021, penerbitan atau tanggal setelmen, dan tanggal 10 Juni 2023, jatuh tempo dari SWR002.

    Program dari para nadzir mencakup tiga sektor, yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Secara detail, program pendidikan di antaranya adalah Beasiswa Santri Dhuafa, Beasiswa Sang Surya, Beasiswa Mentari (BSI), Beasiswa Kaderisasi Da’i, Beasiswa Yatim Dhuafa (Bank Mega Syariah), Beasiswa Sarjana (Bank Muamalat), dan Bantuan Biaya Pendidikan Siswa Dhuafa (CIMB Niaga Syariah). Di sektor kesehatan adalah Klinik Pesantren, Indonesia Mobile Clinic (BSI), Mobile Screening Retina dan Katarak Banten (Bank Mega Syariah), dan Pengobatan Pasien Dhuafa (CIMB Niaga Syariah). Di sektor ekonomi adalah Bantuan Modal UMKM, Perberdayaan UMKM (BSI), Pemberdayaan Masyarakat melalui Ternak Hewan, Renovasi Gubug Ngaji, Lumbung Beras Wakaf (Bank Bukopin Syariah), Program Sahabat UMKM (Bank Muamalat), dan Bantuan Pembiayaan Peternakan Sapi Desa Binaan (Permata Bank Syariah).

    Adapun mitra nadzirnya dari BSI adalah LazisNU, dan Lazis Muhammadiyah. Bank Mega Syariah ada Badan Wakaf Indonesia, dan Dewan  Dakwah Islamiyah Indonesia. Bank Bukopin Syariah ada Wakaf Bangun Nurani, dan Yayasan Global Wakaf. Bank Muamalat hanya satu nadzir aitu Baitulmaal Mualamat. CIMB Niaga Syariah bersama nadzir yang sangat terkenal dan masyur di masyarakat yaitu Dompet Dhuafa Republika. Dan yang terakhir Permata Bank Syariah bersama Yayasan Pesantren Islam.

    Masya Allah, bagi teman-teman yang berminat ayo segera memesan SWR002. Dengan Rp 1 juta kita bisa berkontribusi dalam kebaikan, dan menjadi penggerak untuk pemerataan ekonomi di Ibu Pertiwi. Insya Allah, jika melihat karakteristik dari wakaf yang tidak berkurang nilainya, akan menjadi pahala jariyah bagi yang melakukannya.


    Author : Yayu Yuningsih - @yayuningnang

    Cari info tentang ekonomi syariah? Cek aja di website KSEI Progres

    [Keep in touch with us].
    👥: Progres Tazkia 1
    🐦: @KSEI_Progres
    📷: progrestazkia
    🎥Youtube: Progres Tazkia

  • Minyak: Tak Mau Lagi Berpihak

    Minyak: Tak Mau Lagi Berpihak

    Tak sedikitpun dari kita mengingkari kekayaan bumi pertiwi. Jangankan benih, tongkat dan batupun jadi tanaman, begitulah koesplus mengisahkan. Tapi memang demikianlah adanya, tak hanya yang ada dipermukaan sampai yang didalam perut bumi pun mengandung beragam kekayaan yang tak ternilai, sebutlah minyak bumi sebagai satu contoh dari sekian banyak bahan tambang yang menunggu giliran untuk digali. Naasnya, kekayaan alam yang ada tak berpihak sepenuhnya kepada penduduknya, yang mengaku sebagai rakyat dari sebuah negara merdeka dan berdaulat. Bagaimana tidak? Demi memperoleh beberapa liter minyak tanah saja diantara mereka harus berantrian panjang, dijatah pembeliannya terkadang mahal pula, bahkan tak sedikit dari saudara kita mengabaikan rasa persaudaraan ketika antri. Apakah ini arti dari kedaulatan dan kemerdekaan bangsa ini yang selalu diperingati tiap tahunnya dan dimeriahkan dengan adegan teater rakyat bertelanjang dada

    saling sikut atau injak teman, demi memperebutkan hadiah yang menggantung diatas pohon pinang tinggi menjulang masih dilumuri pelicin pula, sementara orang-orang berkecukupan dan ditokohkan duduk menonton sembari senyum puas bahkan bersorak-sorai melihat rakyatnya jatuh lagi dan lagi ketika menggapai hadiah yang kadang tak seelok bungkusnya. Harga minyak menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 111 dollar per barrel pada 8 maret. Para analis pun memperkirakan harga minyak masih akan terus bergejolak. “Kenaikan harga minyak, melambatnya perekonomian AS, bergejolaknya pasar finansial global serta meningkatnya inflasi menjadi kombinasi hebat yang akan mengekang pertumbuhan ekonomi Asia yang berorientasi ekspor pada tahun 2008 ini,” sebut para ekonom.

    Menurut ekonom Bank Pembangunan Asia (ADB), Cyn-Young Park, di Manila, seperti dikutip AFP, Dibandingkan dengan goncangan minyak pada dasawarsa 1970 dan 1980-an, kenaikan harga saat ini berlangsung di tengah pelemahan tajam yang terjadi di AS. Disebutkannya, inflasi, yang dipicu oleh membumbungnya biaya energi dan harga pangan, juga semakin menambah masalah. “Karena inflasi tinggi membatasi gerak bagi dilakukannya manuver di kalangan pembuat kebijakan,”. Berbagai langkah untuk menerapkan kembali subsidi guna membantu rakyat miskin kemungkinan akan berdampak buruk, karena tindakan tersebut mengikis keuangan negara. “Pada saat ini, harga minyak meningkat di tengah lingkungan eksternal yang sedikit kurang menguntungkan bagi Asia. Para mitra dagang utama kawasan itu, terutama AS, sedang mengalami pelambatan,” kata Park (Kompas 3.16)

    Di negara berkembang,  ketergantungan terhadap bahan baku impor industri dalam negeri sangat tinggi. Kenaikan tingkat harga di negara asal bahan baku akan diteruskan ke perekonomian domestik yang pada gilirannya akan meningkatkan tingkat harga umum. Ekonom sering menyebutnya dengan import-cost push inflation. (Hera Susanti, Dkk. 1995). Lantas apa relevansinya harga minyak dunia yang enggan mau turun itu dengan harga yang dikenakan pemerintah kepada rakyatnnya yang juga turut memiliki sumber minyaknya.System ekonomi komuniskah yang dianut negeri kita ini?  Tentu sama sekali bukan, karena ekonom kita berargumen jika harga semua barang terbentuk melalui mekanisme pasar.

    Secara teoritis bahwa harga timbul karena adanya transaksi antara supply side dan demand side. Begitu juga dengan minyak bumi (crude oil). Secara umum minyak bumi dibentuk oleh adanya interaksi atau transaksi dari sisi persediaan (supply) minyak bumi di dunia dan dari sisi permintaan (demand) para pengguna minyak bumi dunia. Misalnya, adanya intervensi pemerintah dari negara-negara penghasil minyak bumi yang berskala besar, baik negara OPEC maupun Non-OPEC. Instrumen subsidi atau tarif yang bisa dilakukan. Hal ini disebabkan bahwa minyak bumi sebagai salah satu sumber energi vital dunia, maka barangsiapa yang bisa menguasai pasar minyak bumi di dunia tentunya, maka akan bisa mempengaruhi pasar, termasuk mempengaruhi harga (Rizal Taufiqurrahman 2008).

    Tepatnya, harga terdapat dan terjadi dalam titik pertemuan atau perpotongan antara kurva permintaan dan kurva penawaran, lantas apakah perpotongan itu harus dipertemukan di New York dan haruskah dibawa sampai kesana dan sepenuhnya terbentuk di pasar internasional?, sementara dalam negeri saja masih harus antri untuk mendapatkannya. Di New York dapat dikatakan lebih mirip dengan perfect competition (pasar persaingan sempurna) daripada bentuk pasar monopolistic competition, oligopoli, duopoli dan bentuk monopoli yang diberikan pemerintah kepada pertamina dengan menggunakan harga yang telah ditentukan. Ketentuan Harga tersebut tak seharusnya setinggi-tingginya, sehingga rakyat secara realita lebih banyak dibawah garis miskin kewalahan menggapainya. Karena pemerintah berkewajiban mengemban amanat social sebagaimana yang  termaktub dalam UUD 45 pasal 33.  Dapat dimaklumi memang, jika pemerintah menginginkan laba lebih besar yang dapat dipakai kembali untuk tujuan-tujuan mulia bagi kesejahteraan rakyat. Jaminan kesehatan dan pendidikan murahpun mulai dijanjikan, tapi benarkah memberi solusi atau cuma janji surga jika untuk mendapatkannya harus menutup penghasilan pengusaha kecil. Makin abstrak saja nilai kesehatan dan pendidikan bila dipadukan dengan angka kemiskinan dan kelaparan rakyat akibat naiknya harga kebutuhan bahan pokok.

    Untuk menepis tingginya harga, pemerintah mengeluarkan senjata penyelamat untuk melindungi kebutuhan rakyat dengan apa yang disebut subsidi. Analogi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa semua harga tinggi bila disubsidi akan menjadi lebih murah, hal itu dipengaruhi oleh kebaikan hati pemerintah memberikan sumbangan diskon yang diambilkan dari anggaran pendapatan dan belanja negara hingga berujung pada defisit anggaran.

    Dengan persepsi inilah pemerintah memberi pernyataan akan menarik subsidi dan  menaikkan harga, dana subsidi akan dialokasikan untuk keperluan yang lebih bermanfaat bagi rakyat, namun pada prakteknya balik lagi seperti kasus diatas. Dan seratus persen betulkah analogi abstrak ini, bila kita bandingkan angka subsidi dengan angka penambahan yang terjadi pada defisit anggaran ternyata selisihnya tak begitu jauh. Hal itu tentu saja terjadi karena subsidi tidak cuma diartikan dengan besarnya jumlah uang yang dikeluarkan untuk rakyat, tapi sebenarnya hanya kerugian hitung-hitungan diatas kertas  atau dalam akal pikiran semata.

    Begitulah kira-kira yang ada dibenak para pejabat mentri dan anggota dewan kita (Kwik Kian Gie 2005). Memang demikian esensinya, kalau dengan bahasa kerennya subsidi disebut opportunity loss atau hilangnya kesempatan memperoleh laba yang lebih besar. Tragisnya, subsidi yang menjadi dermaga terakhir rakyat kian menyusut bahkan nyaris hilang jumlahnya, berarti betapa semakin kayanya negeri ini berkat laba jualan di pasar dunia dan kepada rakyatnya sendiri.

    indonesia

    Dilematis, minyak menyangkut menyangkut hajat hidup rakyat banyak yang tidak mudah ditentukan arahnya, terlebih migas produk Indonesia invisibel hand-nya tak sekedar mekanisme pasar saja. tapi kekuatan politik, kepentingan, dan ideologi penguasa yang menambah kelamnya harga emas hitam ini. Namun kesemua itu berpulang pada keberpihakan sepenuhnya sang penentu kebijakan kepada rakyat serta adanya upaya mencari energi alaternatif yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat banyak, tak hanya konversi gas yang sarat akan berbagai unsur kepentingan dan politik.


    Author : Achmad Edy Amin

    Cari info tentang ekonomi syariah? Cek aja di website KSEI Progres

    [Keep in touch with us].
    👥: Progres Tazkia 1
    🐦: @KSEI_Progres
    📷: progrestazkia
    🎥Youtube: Progres Tazkia

  • Spiritualitas Bisnis

    Spiritualitas Bisnis

    Bisnis, menurut pakar marketing Indonesia, Hermawan Kertajaya (2005) melewati tiga era perkembangan landscape (pandangan). Era pertama disebut polarisasi. Di mana spiritual dianggap kontraproduktif. Jadi spiritual di dunia putih, sedangkan bisnis di dunia hitam.

    Lalu muncul era kedua, yang dinamakan era balancing, yang dimulai ketika keadaan semakin tidak menentu, orang mulai bingung, merasakan kegersangan. Dalam era ini, bisnis boleh melakukan apa saja, tapi hasilnya disumbangkan untuk kegiatan-kegiatan sosial, kemanusiaan dan keagamaan, dengan demikian mereka merasa telah melakukan kebaikan yang dengan itu mereka berharap Tuhan tidak memurkainya.

    Era kedua dirasa belum sempurna, sehingga munculah era ketiga yang disebut dengan era integration, di mana bisnis tidak dipisahkan dari aspek spiritual, 100% bisnis, 100% spiritual dalam satu aktivitas. Hasil penelitian konsultan bisnis sekaligus professor di Universitas Colorado, Gay Hendricks, Ph.D, di Amerika Serikat dalam bukunya berjudul “The Corporate Mystic” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit kaifa (1996) menunjukkan bahwa CEO kelas tinggi memiliki spiritual yang kuat. Mereka memegang nilai-nilai spiritual sampai ke dunia bisnis. Pribadi yang seperti ini hidupnya lebih dinamis, stabil dan optimis.

    Sampai saat ini kajian spiritualitas bisnis marak dibahas di berbagai seminar. Sebenarnya dalam Islam tidak ada pemisahan diantara kedua hal tersebut. Seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. dan para sahabat. Mereka mengaplikasikan nilai-nilai spiritual ke seluruh aspek kehidupan. Mereka membawa nilai-nilai masjid ke pasar. Ini merupaka cerminan nyata ajaran Islam yang komprehensif dan integral.

    Urgensi Spiritual dalam Bisnis

    Spiritualitas Bisnis

    Setidaknya tiga alasan urgensi spiritual dalam bisnis.

    Pertama, integrasi hidup. Allah menurunkan Islam ke muka bumi sebagai hudan linnas (petunjuk hidup manusia), maka ia memiliki karakter komprehensif dan integral. Karena itulah Islam tidak mengenal pemisahan aspek kehidupan, baik ekonomi, sosial, maupun politik. Tidak ada dalam Islam, kita boleh menggunakan nilai-nilai Islam dalam bersosial, sementara dalam berekonomi kita menggunakan nilai-nilai liberal. Parsialisme nilai seperti ini justru akan berakibat pada kegelisahan jiwa. Islam juga tidak mengenal pemisahan aspek duniawi dan ukhrawi. Tidak ada wilayah duniawi yang lepas begitu saja dari nilai ukhrawi, karena sekecil apa pun yang kita lakukan akan berdampak di akhirat (QS. 99:7-8). Rasulullah pun bersabda, “Seorang mukmin akan diberi pahala dalam melakukan hal apa pun, termasuk suapan nasi yang dimasukkan ke mulut istrinya” (HR. Ahmad).

    Kedua, bisnis bernilai ibadah. Allah ciptakan manusia dengan tujuan asas ibadah (QS. 51:56). Maka bisnis harus bernilai ibadah. Hal ini diperkuat dengan perintah untuk bekerja, “… dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah, dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah…” (QS. 73:20). Al-Qurthubi berkata, pada ayat di atas, Allah memandang sama derajat orang yang berjihad dengan orang yang berusaha untuk mendapatkan harta halal untuk menafkahkan dirinya dan keluarganya, berbuat baik, dan bersedekah (Tafsir Al-Qurthubi. Cet II-Kairo 1327 H. Jilid 19 hal. 49). Rasulullah juga bersabda, “berbisnislah kamu, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam bisnis” (HR. Ahmad).

    Ketiga, hubungan transendental. Allah berfirman, “… Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya…” (QS. 65:3). Ayat ini mengungkapkan adanya hubungan linear antara tawakkal dan rezeki, bahwa Allah memberi rezeki pada mereka yang bertawakkal. Berusaha semaksimal mungkin dan menyerahkan hasilnya pada Allah yang maha menentukan rezeki. Tidak hanya tawakkal, tapi ada aktivitas spiritual lain seperti istighfar, syukur dan bertaqwa yang dapat mendatangkan kemudahan dalam bisnis dan rezeki (QS. 11:3; 14:7; 7:96). Dan sebaliknya aktivitas spiritual destruktif (baca:maksiat) akan menghambat rezeki, Rasul bersabda, “Seorang laki-laki tidak akan mendapatkan rezeki karena dihalangi oleh dosa yang dimiliki” (HR. Ibnu Majah). Tidak sulit memahami hubungan tersebut, karena logikanya, Allah yang menciptakan alam, Allah yang menyuruh bekerja, Allah yang mengarahkan etika bekerja (QS. 6:152; 83:1-3; 5:1), dan Allah pulalah yang menentukan hasilnya (QS. 17:30). Maka pasti ada sinergi di balik ketentuan tersebut.

    Peran Spiritual dalam Bisnis

    Spiritualitas Bisnis

    Setidaknya ada tiga peran penting spritual dalam bisnis; Pertama, daya kreasi. Manusia adalah makhluk spiritual yang berdimensi fisik (QS. 15:29). Aspek spiritual membuat manusia mampu memahami pesan Ilahi, dan fisik mewujudkannya dalam tataran materi. Spiritual yang menyimpan gelora idealisme, maka ia akan memberi kekuatan untuk mengadakan dan menciptakan semua sarana dan materi untuk mewujudkan idealismenya. Inilah kemudian yang mendorong pribadi shahabat untuk menjadi pebisnis kreatif dan produktif. Tak heran jika Khalid bin Walid merupakan penglima besar, tapi juga pebisnis.

    Daya cipta material inilah yang menjelaskan mengapa orang seperti Abu Bakar dan Ustman bin Affan berani menginfakkan seluruh hartanya, sebab mereka percaya pada daya cipta material mereka. Inilah salah satu aspek yang menjelaskan mengapa generasi shahabat tidak hanya mampu memenangkan berbagai pertempuran, tapi juga mampu menciptakan kemakmuran setelah mereka berkuasa.

    Kedua, fungsi kontrol. Kesadaran spiritual akan menghindarkan manusia dari jebakan penghambaan pada materi. Kesulitan materi tidak lantas membuat dirinya menyerah. Justru kekuatan spiritual akan mendorong dirinya untuk bangkit menciptakan materi sebagai sarana mewujudkan cita-cita hidup mulia. Hal inilah yang menjelaskan mengapa ketika Sa’ad Ibnu Rabi’ (dari kalangan Anshar) menawarkan modal kerja pada Abdur Rahman bin ‘Auf (dari kalangan Muhajirin) menolak, lalu meminta untuk tunjukkan saja letak pasar madinah.

    Di saat materi berlimpah, spiritualitas bisnis akan mencegah pelakunya dari arogansi diri. Karena keberhasilan bisnis yang ia raih bukanlah karena keunggulan dirinya, melainkan karena rahmat Allah. Ia tidak akan lupa bahwa rezeki yang ditangan adalah titipan Allah semata, yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Maka ia akan berhati-hati dengan cara memperoleh dan membelanjakannya. Kekuatan spiritual membuat bisnis berjalan penuh moral, karena spiritual mengutamakan keberkahan dari pada keuntungan, mengutamakan kemuliaan dari pada kemenangan. Bahkan rendahnya nilai moral dalam dunia bisnis, lambat laun akan menjadi bumerang bagi bisnis itu sendiri, lantaran hilangnya kepercayaan.

    Ketiga, stabilisator. Spiritualitas bisnis menyadarkan pelakunya untuk melibatkan kehadiran Allah mulai dari permulaan bisnis, proses, dan hasilnya. Dengan kata lain menanamkan bahwa motif bisnis adalah karena Allah, dan dalam prosesnya harus sesuai dengan nilai-nilai Ilahiah, dan segala hasilnya mesti disyukuri, dievaluasi untuk perbaikan masa mendatang. Maka tak ada kata rugi dalam kaca mata spiritual bisnis. Karena semuanya menjadi bermakna ibadah. Keterpisahan bisnis dengan spiritual justru akan menyeret manusia pada kegersangan hidup yang membuat dirinya bersikap arogan. Ia akan kehilangan jati dirinya, dan ujungnya akan menciptakan disharmonisasi irama kehidupan.

    Bagi seseorang yang menggunakan kecerdasan spiritual sebagai pedoman hidup, akan bersikap bahwa harta, profesi, dan jabatan hanyalah amanah Allah yang kelak harus dipertanggung jawabkan. Dengan spiritual yang tinggi seseorang akan melihat persoalan dengan lebih jernih dan subsantif. Sehingga kilau dunia tidak membuatnya menjadi terlena, sebagaimana tragedi Qorun dengan kepongahan hartanya. Spiritualitas bisnis akan membawa pelakunya pada titik ketentraman lahir dan batin.

    Ikhtisar

    Spiritualitas Bisnis

    Keterlibatan aspek spiritual dalam bisnis, akan memberi energi positif terhadap kesinambungan bisnis. Mengabaikan aspek spiritual dalam bisnis justru akan deskontruktif terhadap kesinambungan bisnis.

    Author : Jebel Firdaus

    Cari info tentang ekonomi syariah? Cek aja di website KSEI Progres

    [Keep in touch with us].
    👥: Progres Tazkia 1
    🐦: @KSEI_Progres
    📷: progrestazkia
    🎥Youtube: Progres Tazkia

  • KSEI Progres dan Tantangan Bank Syariah

    KSEI Progres dan Tantangan Bank Syariah

    Perjalanan dakwah ekonomi syariah masih amat panjang dan berliku. Di Indonesia, lembaga keuangan syariah mulai muncul pada awal 1980-an dengan berdirinya Baitut-Tamwil Salman di Bandung dan Koperasi Ridho Gusti di Jakarta. Sementara bank syariah sendiri baru lahir pada tahun 1991 dengan berdirinya Bank Muamalat. Saat ini, usia bank syariah-sebagai bagian dari lembaga keuangan di Negara yang menganut dual banking system ini-sudah menginjak 17 tahun.

    Sejauh ini, potret perkembangan bank syariah dari tahun ke tahun cukup menggembirakan. Hingga tahun 2007, 3 BUS dan tidak kurang dari 23 UUS sudah berdiri. Kendati demikian, persentasenya di banding bank konvensional masih sangat kecil. Berdasarkan data dari Bank Indonesia per Mei 2007 asset perbankan syariah di Indonesia masih sebesar 1.7% dari total perbankan nasional. Padahal BI menargetkan, tahun 2008 pangsa pasar bank syariah mampu menembus angka 5%.

    Dalam perjalanannya, upaya akselerasi (percepatan) perkembangan bank syariah kerap menghadapi tantangan dan rintangan yang cukup berat, Tantangan-tantangan itu setidaknya bisa diamati dari dua aspek: internal dan eksternal. Pada sisi internal, tantangan paling krusial pada bank syariah adalah masalah SDM. Idealnya, SDM-SDM bank syariah adalah orang-orang yang mengerti akan aspek-aspek syariah dalam ekonomi, khususnya pada transaksi perbankan. Tetapi pada kenyataannya, tidak kurang dari 70% SDM bank syariah saat ini berlatarbelakang bank konvensional yang “miskin” pengetahuan syariah. Implikasinya, banyak praktek transaksi di bank syariah yang kerap mengundang tudingan dan kritik berbagai pihak. Produk-produk yang ditawarkan pun terkesan rigid dan tidak inovatif. Kondisi SDM yang tidak qualified juga berkorelasi negatif terhadap pelayanan dan manajemen bank syariah.

    Tantangan lainnya adalah keterbatasan infrastruktur dan modal. Keterbatasan ini menyebabkan upaya akselerasi yang dilakukan terkesan lamban. Tidak sedikit dari umat Islam yang tetap menjadi nasabah bank konvensional dengan alasan layanan bank syariah yang tidak terjangkau. Ironis memang, tapi dengan hanya modal tidak lebih dari 29 triliun-seperti data yang dilansir BI per Mei 2007-sulit bagi bank syariah untuk melakukan ekspansi besar-besaran. Satu-satunya yang mungkin diharapkan adalah peran office channeling walaupun sampai saat ini efektifitasnya masih mandul.

    Pada sisi eksternal, bank syariah menghadapi tantangan bagaimana merubah paradigma atau mindset masyarakat yang selama ini sudah akrab dengan bank konvensional. Apalagi selama berpuluh-puluh tahun, kalangan ulama seakan memberikan legitimasi dan tidak pernah mempermasalahkan keberadaan bank konvensional. Sampai keluarnya fatwa MUI pun, kalangan ulama masih “sepakat untuk tidak sepakat” dengan keharaman bunga bank. Kondisi ini menyebabkan umat berada dalam kegamangan. Tak sedikit juga yang masih berasumsi bahwa kehadiran bank syariah hanyalah trend pasar yang biasa terjadi dalam dunia bisnis. Sebuah strategi untuk meraup untung dan memikat masyarakat dengan berlindung di bawah nama besar Syariah. Kenyataan ini diperparah dengan sosialisasi yang kurang maksimal sehingga keberadaan bank syariah masih kerap dianggap asing hatta di kalangan umat Islam sendiri. Saat ini, sosialisasi yang digencarkan kerap masih terbatas pada kalangan akademisi yang sudah peduli syariah, belum membumi pada kalangan gross root. Tantangan selanjutnya adalah kepedulian pemerintah terhadap eksistensi perbankan syariah. Lahirnya undang-undang No 10 tahun 1998 awalnya telah memberikan angin segar terhadap perkembangan perbankan syariah. Tetapi regulasi ini tidak didukung dengan adanya political will yang utuh dari pemegang kebijakan. Kebijakan yang digulirkan terkesan disebabkan karena arus desakan kuat masyarakat. Sikap pemerintah yang setengah hati ini menyebabkan upaya akselerasi tidak berjalan apik. Target 5% pada 2008 sepertinya masih jauh dalam angan.

    Berharap Pada KSEI Progres

    Berharap banyak pada kontribusi Progres dalam mengantarkan bank syariah pada puncaknya agak terkesan ganjil. Jauh lebih besar pasak dari tiang. Progres ibarat seekor semut yang berhadapan dengan gajah yang besar. Sebagai Kelompok Studi Ekonomi Islam sulit memang bagi Progres untuk menjadi “pelopor gerakan ekonomi syariah” dalam bentuknya yang ideal. Tetapi toh perubahan besar itu dimulai dari hal-hal yang dianggap kecil dan sepele. Perubahan itu juga kerap lahir dari creative minority.

    Langkah seribu itu juga mesti dimulai dari langkah pertama. Dan tidak mustahil, semut juga mampu membunuh gajah. Di sinilah, Progres setidaknya bisa memainkan andilnya dalam upaya mempersiapkan SDM yang tangguh sejak dini. Melalui model kajian yang sistemik dan gradualis, Progres diharapkan menghasilkan output SDM-SDM yang mampu memadukan antara kekuatan sains dan keluhuran syariah; yang bisa berfikir logis, kritis, analitis, tapi tetap dogmatis-agamis. Ke depan, SDM-SDM Progres diharapkan dapat memberikan warna yang cerah dan menampilkan wajah Islam yang seutuhnya. Bukan wajah Islam yang bopeng. SDM-SDM Progres masa depan harus menjadi agent of change yang dapat mempengaruhi arah kebijakan regulator, memberikan pemahaman ekonomi syariah kepada masyarakat secara utuh, dan melahirkan produk-produk syariah yang inovatif, applicable¸ marketable tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip syar’i. Mungkinkah? Walaupun tidak mudah tapi bukan hal yang mustahil. Bukankah sejarah telah bercerita kepada kita bahwa perubahan-perubahan besar banyak lahir dari forum-forum kajian, diskusi, seminar, simposium atau apapun namanya? Bukankah lahirnya Mit Ghamr Bank pada tahun 1963 di Kairo sebagai bank Islam pertama di dunia juga lahir dari forum-forum diskusi? Bukankah lahirnya bank syariah pertama di Indonesia, Bank Muamalat pada 1991 juga berawal dari ruang-ruang kajian?Perjalanan dakwah ekonomi Islam memang masih panjang dan berliku. Tantangan yang dihadapi tidak hanya satu-dua. Misi Progres dalam mengimplementasikan konsep Qur’ani dalam bidang ekonomi sungguh tidak mudah. Kajian yang dilakukan mesti lebih terarah dan terukur. Target yang ingin dicapai mesti diuji secara gradual. Lebih dari itu, sinergi yang lebih intens dengan kelompok studi ekonomi Islam lain menjadi hal yang niscaya. Sebab perjuangan ini tidak bisa dipikul sendiri. Semua pihak yang peduli mesti bahu-membahu memecahkan tantangan, merapatkan barisan dalam memperjuangkan “ekonomi langit” ini. Bersama Membumikan Ekonomi Islam. Semoga!


    Author : M. Mahbubi Ali, Ph.D.

    Cari info tentang ekonomi syariah? Cek aja di website KSEI Progres

    [Keep in touch with us].
    👥: Progres Tazkia 1
    🐦: @KSEI_Progres
    📷: progrestazkia
    🎥Youtube: Progres Tazkia

  • Investasi Emas Tempo Dulu dan Sekarang

    Investasi Emas Tempo Dulu dan Sekarang

    Investasi emas menguntungkan apa tidak? Emas hingga kini masih menjadi salah satu cara investasi yang diminati berbagai kalangan.
    ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
    Ekonom Rabbani❓ .. BISA
    Ekonom Rabbani❓ .. BISA
    Ekonom Rabbani❓ .. LUAR BIASA
    Progres❓ … CERIA

    ✨Kastrat Proudly Present✨

    KAKAP (Kajian Kamis Progres)

    Investasi emas menguntungkan apa tidak?

    Emas hingga kini masih menjadi salah satu cara investasi yang diminati berbagai kalangan, mulai dari orang tua hingga milenial. Alasan kenapa emas masih jadi investasi favorit adalah karena dianggap lebih mudah dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya, seperti saham atau reksa dana.

    Lalu bagaimana perkembangan Investasi Emas di Indonesia?

    Temui jawaban tersebut di KAKAP kali ini dengan tema:

    ” Investasi Emas Tempo Dulu dan Sekarang “

    Bersama pemateri:
    👤 Kang May
    (CEO PT. Emas Optimasi Abadi (EOA))

    Moderator:
    👤Muhammad Murtado
    (Pengurus Divisi RnD 20/21)

    Pada:
    📆 Kamis, 29 April 2021
    ⏰ 16.00 WIB – Selesai
    📱 Google Meet
    https://meet.google.com/mpt-wmch-rmz

    ✨ So, what are you waiting for? Let’s come and Join Us ✨

    Catatan bahan bacaan:
    https://www.banksinarmas.com/id/artikel/masa-depan-keuangan-makin-bersinar-dengan-investasi-emas
    ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
    👥: Progres Tazkia.
    🐦: @KSEI_Progres.
    📷: instagram.com/progrestazkia
    🌐: www.kseiprogres.com
    🎥Youtube: Progres Tazkia

  • Ekonomi Islam: Antara Kapitalisme dan Sosialisme

    Ekonomi Islam: Antara Kapitalisme dan Sosialisme

    Islamic Economics is not Capitalism minus interest, Islamic Economics is not Socialism plus Free Enterprise, Islamic Economics Stands on Its Own Principles

    – Unknown

    LUCU rasanya, ketika saya mengikuti seminar-seminar ekonomi Islam, atau ketika berdiskusi dengan teman-teman, baik dalam sebuah forum di kampus atau yang hadir dalam seminar tersebut, banyak diantara mereka yang berpendapat, bahwa ekonomi Islam adalah anti-kapitalis. Mereka sangat keras menghujat praktik kapitalisme dewasa ini, dan mengangkat setinggi-tingginya ekonomi Islam. Entah pendapat mereka ini berangkat dari rasa semangat yang menggebu-gebu, ingin menerapkan sistem ekonomi Islam di Indonesia, atau justru berangkat dari ketidakpahaman, atau lebih tepatnya mungkin, ketidaktahuan tentang kandungan asasi dari kapitalisme itu sesungguhnya, dan  perkembangan perekonomian secara historis maupun nilai-nilai ekonomi Islam itu sendiri. (Kapitalisme dan Sosialisme)

    Esensi Kapitalisme

    Kapitalisme, sesuai asal katanya kapital yang berarti modal, ialah sistem perekonomian yang menganggap modal sebagai penggerak perekonomian. Kapitalisme mengakui kekuasaan kaum pemodal (kapitalis) sebagai motor perekonomian yang menanamkan modalnya dengan mengambil resiko kerugian atas usahanya. Pasar yang dikehendaki sebagai alokator interaksi supply dan demand yang sempurna dan efisien adalah Mekanisme Pasar Bebas. Maksudnya, biarkan saja perekonomian berjalan dengan wajar tanpa campur tangan pemerintah, sebab nanti akan ada tangan-tangan tak terlihat (invisible hands) yang akan membawa perekonomian tersebut ke arah keseimbangan. Dengan kata lain, kapitalisme adalah sebuah system di mana negara memberikan kebebasan bagi warganya untuk mengelola semua sumber daya dan kekayaan yang dimilikinya, namun tetap tidak boleh terjadi praktik monopoli di pasar. Sebab, pandangan semua ekonom sadar, termasuk para pemikir kapitalis, bahwa monopoli adalah penyakit yang akan merusak dan menghancurkan sebuah sistem perekonomian. Maka tidak heran, ketika Adam Smith, pelopor sistem ini, menganjurkan peran negara seminimal mungkin dan mengusahakan seluas-luasnya kebebasan bagi para pelaku ekonomi yang mengandalkan self-interest-nya. Inilah konsep laissez faire-laissez passer ala kaum Fisiokrat yang berawal dari pendapat Francis Quesnay.

    Adalah sebuah keniscayaan, seandainya fenomena ketimpangan pendapatan memang terjadi dalam sistem kapitalisme karena persaingan yang terjadi dalam masalah alokasi sumber daya. Kemiskinan sebagai konsekuensi dari ketimpangan pendapatan, merupakan gejala alamiah (sunnatullah) yang tidak hanya terjadi dalam sistem kapitalisme, tetapi lebih disebabkan rendahnya faktor produktivitas dan kemajuan masyarakat. Inilah yang dilawan oleh kapitalisme melalui konsep spesialisasi pekerjaan (division of labor).

    Paham Sosialisme

    Sosialisme muncul sebagai antitesis dari kapitalisme. Ia lahir didorong oleh fenomena kemelaratan kaum buruh dan petani yang terkena dampak revolusi Industri yang telah menyebar ke seantero Eropa. Sosialisme mengajak umat manusia untuk meninggalkan kepemilikan individu atas alat-alat produksi -yang mendukung sistem kapitalisme- dan menyarankan perlunya penguasaan komunitas (yang dilambangkan oleh negara) atas perekonomian, sehingga seluruh individu mempunyai tingkat kesejahteraan yang relatif sama, tanpa adanya ketimpangan distribusi pendapatan dan homo homini lupus. Intinya, sosialisme benar-benar berpondasikan nilai-nilai dan kesejahteraan sosial dalam menyusun perekonomian. Ciri utama sosialisme yaitu berada pada hilangnya kepemilikan individu atas alat-alat produksi dan sangat mengandalkan peran pemerintah sebagai pelaksana perekonomian dan meninggalkan pasar.

    Ekonomi Islam

    Posisi Ekonomi Islam

    Jika kita cermati alur masing-masing pemikiran kapitalisme dan sosialisme di atas, ada banyak kesamaan dengan ekonomi Islam. Mekanisme pasar bebas yang dianjurkan dalam kapitalisme, ternyata jauh sebelumnya Rasulullah saw telah menyetujui market mechanism of price dan menganjurkan kepada ummatnya untuk memanfaatkan mekanisme pasar dalam penyelesaian masalah-masalah ekonomi dan menghindari tas’ir (penetapan harga oleh pemerintah) jika tidak diperlukan. Namun, bukan berarti penetapan harga selamanya dilarang, melainkan dianjurkan untuk barang-barang publik (public goods) dan kondisi khusus lainnya seperti dijabarkan oleh Ibnu Taimiyyah dalam bukunya, Ahkam al-Suuq (Adiwarman A Karim, 2003; Yusuf al-Qaradhawi, 2001; M. Umer Chapra, 2000)

    Pertentangan utama kapitalisme dengan ekonomi Islam adalah terletak pada asas individu yang dianutnya. Di mana kapitalisme sangat menjunjung tinggi kebebasan berusaha dengan semangat kompetisi antar individu tanpa sama sekali mempermasalah-kan penumpukan harta kekayaan, pengembangannya secara riba dan akumulasi kapital, serta masalah pembelanjaannya yang menanggalkan nilai-nilai sosial. Asas yang lebih tepat disebut homohomini lupus (manusia adalah serigala bagi manusia lainnya). Perhatian terhadap kepentingan orang lain hanya dilaksanakan dengan pertimbangan penambahan manfaat (marginal profit and utility) yang dapat dijelaskan dengan konsep pareto optimum improvement.

    Begitu pula dengan konsep sosialisme yang mempunyai kesamaan paham, yaitu lebih mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan sosial di atas kepentingan dan kesejahteraan individu. Hanya saja terdapat perbedaan yang mencolok, karena dalam mencapainya, sosialisme menyalahkan kelompok kaya (kapitalis) dan hendak berusaha memiskinkan kelompok kaya tersebut dengan merampas hak kepemilikan individu, terutama atas alat-alat produksi. Sedangkan Islam tidak pernah menganjurkan memusuhi kekayaan dan orang-orang kaya. Bahkan Islam sendiri menganjurkan agar setiap orang menjadi kaya sebagai bagian dari kebahagiaan yang harus dicapainya di dunia. Ekonomi Islam memilih jalan keadilan dalam mencapai kesejahteraan sosial. Bahwa kesejahteraan sosial yang tercapai haruslah dibangun di atas landasan keadilan.

    Dus, Ekonomi Islam, sebagaimana Islam, memiliki sikap yang moderat (wasthiyyah). Ia tidak menzalimi kaum lemah sebagaimana terjadi pada masyarakat kapitalis, tetapi juga tidak menzalimi hak individu dan kelompok kaya sebagaimana ada pada sistem sosialisme-komunisme. Ekonomi Islam berada pada posisi tengah dan seimbang (equilibrium) antara modal dan usaha, produksi dan konsumsi, dan masalah pendapatan. Setidaknya ada empat hal yang menjadi ciri umum dari ekonomi Islam yang membedakannya dengan konsep perekonomian lainnya:

    1. Pelarangan riba (QS 2: 275-280)
    2. Implementasi ZISWAF (QS 9: 103)
    3. Produksi dan Konsumsi barang yang halal (QS 2: 168)
    4. Tidak boros dan bermewah-mewahan (QS 25: 67)

    Keempat hal inilah yang tidak dimiliki oleh sistem kapitalisme maupun sosialisme. Di sisi lain, ekonomi Islam sudah menegaskan tujuannya dalam kerangka maqashid al-Syari’ah yang mencakup penjagaan atas agama, harta, keturunan, jiwa, dan akal. Kelima hal ini harus terjaga dalam kehidupan seseorang. Dan sebagai sistem ekonomi yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah, Ekonomi Islam juga merupakan bagian dari persoalan muamalah, oleh karena itu berlaku ketetapan bahwa segala aktivitas muamalah pada dasarnya boleh (mubah), kecuali ada syariah yang melarangnya. Berkebalikan dari masalah ibadah. Jadi, setiap pengembangan dalam ekonomi Islam dapat dilaksanakan dengan seluas-luasnya selama tidak melanggar syariah yang telah ditetapkan.


    Author : Abdussalam

    Cari info tentang ekonomi syariah? cek aja di website KSEI Progres

    [Keep in touch with us].
    👥: Progres Tazkia 1
    🐦: @KSEI_Progres
    📷: progrestazkia
    🎥Youtube: Progres Tazkia

  • Konferensi Asia-Afrika

    Konferensi Asia-Afrika

    Hallo sobat ceria!!

    Tanggal 24 April, 60 tahun lalu Bertepatan dengan peringatan Konferensi Asia-Afrika yang pertama kali di gelar di Bandung sekaligus penetapan kota Bandung sebagai ibu kota Solidaritas Asia-Afrika.

    Penetapan ini merupakan upaya mengukuhkan Solidaritas di Negara Asia-Afrika dan pembentukan arus politik baru yaitu Gerakan Non-blok oleh Ir. Soekarno dan 4 pemimpin negara lain.

    For More Information:
    Email: progrestazkia@gmail.com
    Instagram: progrestazkia
    Facebook: ksei progres tazkia 1
    Website: www.kseiprogres.com

  • Hari Buku Sedunia 2021

    Hari Buku Sedunia 2021

    23 April 2021,
    Selamat Hari Buku Sedunia!

    Sebagaimana kita ketahui bahwa buku adalah jendela dunia. Namun, tahukan kamu bahwa minat literasi masyarakat Indonesia hanya 0,001% menurut data dari UNESCO. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca!

    Pentingnya buku, apa sih? Simak kutipan berikut!
    “Tanpa suara manusia untuk membacanya dengan lantang, atau sepasang mata lebar mengikuti mereka dengan senter di bawah selimut, buku tidak memiliki keberadaan nyata di dunia kita. Seperti biji-bijian di paruh burung yang menunggu untuk jatuh ke bumi, atau nada-nada lagu yang diletakkan di atas kertas, merindukan alat musik untuk mewujudkan musik mereka. mereka tertidur sambil berharap mendapat kesempatan untuk muncul. Mereka ingin kita memberi mereka kehidupan.”
    -John Connolly, The Book of Lost Things

    Jangan lupa baca buku yaa kawan-kawan! tanpa adanya orang yang membaca buku, dia akan tertidur berharap akan ada orang yang membacanya. Yuk, mulai membaca!
    #HariBukuSedunia2021
    #worldbookday2021
    #ProgresCeria

    For More Information:
    Email: progrestazkia@gmail.com
    Instagram: progrestazkia
    Facebook: ksei progres tazkia 1
    Website: www.kseiprogres.com

  • Hari Angkutan Nasional 2021

    Hari Angkutan Nasional 2021

    Selamat hari angkutan nasional!
    Semoga transportasi angkutan nasional di Indonesia semakin jaya dan lebih baik dan mari juga bagi kita mulai lebih sering menggunakan angkutan nasional agar masalah kemacetan bisa berkurang.

    for more information:

    Email: progrestazkia@gmail.com
    Instagram: progrestazkia
    Facebook: ksei progres tazkia 1
    Website: www.kseiprogres.com

  • Bersiap! Bakal Ada Rp. 159 T Obligasi Korporasi Banjiri Pasar

    Bersiap! Bakal Ada Rp. 159 T Obligasi Korporasi Banjiri Pasar

    🗞️📰 Weekly News 📰🗞️

    ▪️Surat Utang Korporasi : Rp.122 Triliun – Rp.159 Triliun 🔼

    ▪️Kebutuhan Refinancing : Rp. 125,4 Triliun

    ▪️16 BUMN & 23 NON-BUMN : Rp.45.2 Triliun

    ▪️Industri Pembiayaan (penerbitan terbesar) : Rp. 6.03 Triliun

    ▪️Surat Utang : 16%🔼

    ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
    🏆 Bersiap! Bakal Ada Rp. 159 T Obligasi Korporasi Banjiri Pasar 🏆

    PT. Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi tahun ini diperkirakan akan berjumlah Rp122 triliun – Rp159 triliun. Terjadi peningkatan relisasi surat utang yang hanya berjumlah Rp96,6 triliun pada tahun 2020.

    Fikri C Permana selaku Head of Economy Research Pefindo menjelaskan bahwa peningkatan tren penerbitan surat utang korporasi meningkat seiring dengan kebutuhan refinancing yang jatuh tempo tahun ini yakni Rp125,4 triliun.

    Pada konferensi pers secara daring, Fikri menambahkan kembali bahwa penerbitan surat utang di kuartal kedua dan ketiga akan diperbanyak terutama di sektor keuangan. Ia pun berharap utang jatuh tempo akan dibiayai oleh adanya penerbitan surat utang.

    Tercatat oleh Pefindo bahwa 16 perusahaan BUMN dan entitas anak serta 23 perusahaan non BUMN telah memberikan emisi surat hutang sebesar Rp45,2 triliun per 15 April 2021. Penerbitan terbesar diduduki oleh industri pembiayaan yakni Rp 6,30 triliun.

    Sampai kuartal pertama tahun ini, Pefindo mencatat surat utang yang diterbitkan mengalami kenaikan 16% dari tahun 2020 yakni sebesar Rp23,21 triliun.
    ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

    https://www.cnbcindonesia.com/market/20210420160042-17-239336/bersiap-bakal-ada-rp-159-t-obligasi-korporasi-banjiri-pasar

    🌐➖🌐➖🌐➖🌐➖🌐➖🌐
    [Keep in Touch with Us]
    👥: *Progres Tazkia
    🐦: *KSEI_Progres
    📷: *progrestazkia
    🌍: *www.progrestazkia.com
    📱: *@yel7403e
    🎥: *Progres Tazkia