Ziswaf: Kunci Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Oleh: Aisyah As-Salafiyah

Bismillah.
Seiring dengan perkembangan ekonomi dunia, Indonesia kini menjadi negara berpendapatan menengah (Middle Income Countries) (Egawa, 2013), jika pertumbuhan ekonomi terus ditingkatkan, tentu tidak mustahil akan meningkat menjadi negara berpendapatan tinggi (High Income Countries) menyusul Hongkong dan Singapura yang notabene sama-sama berlokasi di Asia Timur. Namun rupanya, Indonesia sedang mengalami suatu fase yang dinamakan dengan perangkap pendapatan menengah atau dikenal dengan istilah Middle Income Trap.

Middle Income Trap adalah sebuah keadaan ketika sebuah negara sudah mencapai kategori pendapatan menengah namun terhenti di keadaan tersebut dan belum dapat meningkat menjadi naik ke kategori pendapatan tinggi baik dikarenakan negara tersebut kehilangan keunggulan kompetitifnya diakibatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kualitasnya stagnan namun gaji terus meningkat bila dibandingkan dengan negara berpenghasilan rendah, ataupun dikarenakan belum dapat bersaing dengan negara maju dalam bidang teknologi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan produk domestik bruto (PDB) sempat mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir sejak tahun 2015 dengan pertumbuhan 4,88%, kemudian tahun 2016 meningkat 5,03%, tahun 2017 kembali meningkat 5,07%, demikian juga tahun 2018 meningkat 5,17%. Namun pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih rendah dari tahun 2018 yaitu hanya 5,02% atau Rp59,1 Juta atau US$4.174,9. Pada kuartal I tahun 2020 ini, perekonomian Indonesia tumbuh 2,97%, melambat bila dibandingkan secara year-on-year terhadap kuartal I tahun 2019 sebesar 5,07% (Badan Pusat Statistik RI, 2020).

Pada akhir 2019 lalu, saat Joko Widodo resmi dilantik sebagai presiden Republik Indonesia, beliau menyatakan bahwa beliau optimis Indonesia dapat keluar dari Middle Income Trap ini pada tahun 2045, menyongsong cita-cita emas satu abad kemerdekaan Indonesia menjadi negara maju, terlebih lagi Indonesia akan mengalami bonus demografi dalam beberapa tahun ke depan tepatnya tahun 2030 hingga tahun 2040 yang adapat membantu kinerja perekonomian (Kementrian PPN/Bappenas RI, 2019), tentu ini menjadi sebuah potensi bagi Indonesia untuk terus berkembang dan keluar dari Middle Income Trap.

Leave a Reply

Close Menu